Dark/Light Mode

Dorong Inovasi Produk Pangan

Kemenperin Luncurin Program Indonesia Food Innovation

Selasa, 25 Agustus 2020 12:55 WIB
Dirjen IKMA, Gati Wibawaningsih. (Foto: ist)
Dirjen IKMA, Gati Wibawaningsih. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian mendorong pengembangan IKM Pangan di Indonesia yang mempunyai inovasi produk,dan berbahan baku utama sumber daya lokal agar siap menjadi industri pangan yang marketable, profitable, dan sustainable

Upaya tersebut di implementasikan dengan melakukan berbagai kegiatan pemberdayaan, salah satunya dengan menginisiasi program Indonesia Food Inovation yang pelaksanaannya dimulai pada tahun ini.

“Indonesia Food Innovation yang kami luncurkan ini juga dalam rangka mendorong tumbuhnya inovasi dan pengembangan (scalling up) bisnis pada IKM khususnya komoditi pangan,” kata Dirjen IKM dan Aneka Gati Wibawaningsih pada acara launching Program Indonesia Food Inovation, Selasa (25/8)

Berita Terkait : Kemenkes Sudah Kucurin Rp 1,2 T

Gati menjelaskan, Indonesia Food Innovation (IFI) yang merupakan program akselerasi bisnis bagi IKM pangan inovatif, memberikan kesempatan bagi IKM pemula yang berkeinginan tinggi mengembangkan bisnis mereka menuju IKM modern yang marketable, profitable dan sustainable. “Selain nilai inovasi, tantangan akan penggunaan bahan baku lokal juga menjadi perhatian pada program IFI, hal ini untuk memacu para IKM pangan memanfaatkan sumber daya lokal Indonesia yang melimpah,” terang Gati.

Menurut Gati, banyaknya sumber daya manusia produktif berusia muda yang berwirausaha serta bermunculannya inkubator-inkubator bisnis yang mencetak startup, khususnya di bidang makanan dan minuman saat ini juga diharapkan dapat ikut andil dalam melakukan lompatan kemajuan bagi ekonomi negara kita.

Diketahui IKM makanan dan minuman memainkan peran penting sebagai komponen pemberdayaan masyarakat di Indonesia. Berdasarkan data terdapat sekitar 1,86 juta unit usaha atau 43,41 persen dari total unit usaha IKM secara keseluruhan serta mampu menyerap 4,11 juta tenaga kerja di Indonesia.

Berita Terkait : Begini Cara Kemenperin Jaga Industri Pangan Dari Corona

Akan tetapi di sisi lain, masih banyak permasalahan yang menjadi hambatan bagi kemajuan IKM, diantaranya keterbatasan modal, manajemen yang belum profesional, belum terpenuhinya standar dan legalitas usaha, serta terbatasnya inovasi. Dari sisi eksternal dihadapkan dengan ketidakpastian pasokan, munculnya pesaing, produk baru, dan permintaan pasar yang sangat dinamis.

“Oleh karena itu, IKM perlu mempersiapkan diri, harus mampu beradaptasi dan berinovasi dengan membaca trend dan kebutuhan pasar dalam negeri maupun ekspor,” jelas Gati.

Pada acara launching Indonesia Food Innovation (IFI) 2020 ini Direktorat Jenderal IKMA menghadirkan narasumber yang memberikan insight tentang perkembangan industri pangan, trend inkubator bisnis, serta pentingnya akselerasi dalam bentuk couching dan mentoring, baik di bidang teknis maupun bisnis.

Berita Terkait : Hingga Juni, Kemenperin Sudah Bangun 118 Kawasan Industri

Narasumber yang hadir yaitu Direktur IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furniture, Sri Yunianti; Direktur Pembelajaran Universitas Prasetiya Mulya dan juga selaku Ketua Asosiasi Pendidik Kewirausahaan Indonesia, Eko Suhartanto; dan Ketua Inkubator Bisnis Technopark, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Surabaya, Edi Mulyadi.
 Selanjutnya