Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pecahkan Masalah Macet Puncak, Kemenhub Gandeng ITB
Senin, 21 September 2020 12:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk memecahkan masalah lalu lintas Puncak, Bogor, yang sering macet setiap akhir pekan atau momen liburan.
Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan, membludaknya wisatawan ke daerah tersebut membuat kawasan Puncak selalu macet.
Baca juga : Pengamat: Tak Usah Maju Pilkada Kalau Uang Pas-pasan
Kemenhub pernah membahas bersama ITB memecahkan lalu lintas di Puncak.
“Besar kemungkinan kami akan minta studi di ITB dan mengembangkan angkutan massal di sana dan Puncak tidak macet dan pulang ke Cianjur bisa cepat," ujarnya dalam acara reaktivasi jalur rel kereta api Cianjur-Ciranjang-Cipatat, Senin (21/9).
Baca juga : Gairahkan Bisnis Penerbangan Lagi, Menhub Gandeng YouTuber
BKS-sapaan akrab Budi Karya menjelaskan, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan menyiapkan studi bekerja sama dengan ITB mengenai pengembangan angkutan massal di kawasan Puncak, Bogor pada 2021.
Persiapan studi ini sebagai bagian dari antisipasi pemerintah ketika pandemi Covid-19 sudah berlalu dan aktivitas masyarakat kembali normal dengan arus lalu lintas di Puncak yang kembali padat.
Baca juga : Layani Pelanggan Sampai ke Rumah, KAI Gandeng Blue Bird
Sebelumnya, BPTJ pernah melakukan uji coba sistem 2-1 di jalur Puncak, Bogor atau dua lajur menuju puncak dan satu lajur kembali ke arah Bogor. Ada juga penyediaan shuttle service dan Park & Ride menuju jalur Puncak, sosialisasi jalur alternatif menjelang exit Cibubur, percepatan pelaksanaan pelebaran jalan dari Gadog-Puncak, dan percepatan pembangunan rest area di Gunung Mas. Namun, sejauh ini hasilnya belum maksimal. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya