Dark/Light Mode

HPS Ke-41, FAO Apresiasi Capaian Pembangunan Pertanian Di Masa Covid-19

Senin, 25 Oktober 2021 19:44 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengemudikan alsintan saat Perayaan Hari Pangan Sedunia ke 41 di hamparan persawahan Desa Jagapura Wetan, Cirebon, Jawa Barat, Senin (25/10)/Ist
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengemudikan alsintan saat Perayaan Hari Pangan Sedunia ke 41 di hamparan persawahan Desa Jagapura Wetan, Cirebon, Jawa Barat, Senin (25/10)/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor Leste, Rajendra Aryal memberikan apresiasi atas pencapaian pembangunan pertanian Indonesia di masa pandemi Covid- 19. 

Pasalnya, di saat kondisi pangan dan perekonomian dunia mengalami penurunan akibat dampak Covid-19, pertanian Indonesia justru mampu menyediakan pangan, sehingga PDB sektor pertanian terus mengalami pertumbuhan dan menjadi penyelamat perekonomian nasional.

"Pada HPS kedua di masa pandemi Covid-19, Pemerintah Indonesia telah melakukan pembangunan pertanian yang luar biasa. Kinerja sektor pertanian luar biasa, PDB sektor pertanian tumbuh positif dan mengalami kenaikan mencapai 2,59 persen,” demikian dikatakan Rajendral Aryal secara virtual pada puncak peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) Ke-41 yang dihelat di hamparan persawahan Desa Jagapura Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat dan diikuti secara virtual di seluruh wilayah Indonesia, Senin (25/10).

Berangkat dari salah satu pencapain ini, Arya menegaskan komitmen FAO untuk memberikan lebih banyak dukungan dalam upaya terus menerus untuk melakukan transformasi sistem pangan Indonesia menjadi lebih berkelanjutan. 

Pemerintah Indonesia telah menunjukkan upaya luar biasa untuk mengatasi dampak negatif pandemi terhadap kehidupan masyarakat. 

"FAO akan terus bekerja sama dengan pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada petani kecil dan keluarganya, pekerja pangan di semua sektor, dan mereka yang sangat rentan," tegas Rajendra.

Berdasarkan data BPS, selama tahun 2020 yakni pada Triwulan II-2020 PDB sektor pertanian tumbuh 16,2 persen. Pada triwulan III dan IV, PDB Pertanian tumbuh masing-masing 2,15 persen dan 2,59 persen dan mampu menjadi penyelamat memburuknya resesi ekonomi nasional. 

Baca juga : Kemnaker Apresiasi Manfaat Layanan Tambahan JHT bagi Pekerja

Selanjutnya, ekspor pertanian juga menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Selama Januari-Desember 2020 nilai ekspor produk pertanian mencapai Rp 451,8 triliun dan meningkat 15,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp 390,2 triliun. 

Peningkatan ekspor berlanjut memasuki periode Januari-September 2021. Ekspor pertanian mencapai Rp 450 triliun dan tumbuh 45,36 persendibandingkan periode yang sama tahun 2020, yang nilai ekspornya mencapai Rp 309,58 triliun.

BPS pun mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) sejak bulan Juni 2020 NTP 99,66 terus meningkat hingga Desember 2020 menjadi 103,2, dan berlanjut pada awal tahun 2021.

Pada September 2021, NTP sebesar 105,68 dan meningkat 0,96 persen dibanding Agustus 2021. 

Indonesia juga berhasil menjaga ketersediaan pangan dan mengurangi prevalensi kerawanan pangan (FIES) dan inflasi bahan pangan selama pandemi.

Sementara, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan HPS ke 41 tahun 2021 mengangkat tema “Pertanian Meningkat, Pangan Aman, di Tengah Pandemi Krisis Global" bertujuan untuk memperkuat kerja sama dan meningkatkan koordinasi fungsional yang efektif dari seluruh komponen pemerintah dan masyarakat guna mendukung ketahanan pangan. 

Selain itu, untuk mendorong ketangguhan sektor pertanian, khususnya dalam konteks pandemi global Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini.

Baca juga : Panglima TNI Ingatkan Gelombang Ketiga Covid-19

"Kita berharap HPS ini mampu menjadikan bagian menyampaikan rasa hormat kepada para pelaku usaha pertanian,” katanya.

SYL bilang, dalam 2 tahun ini, Indonesia dilanda situasi sulit yaitu pandemi Covid-19 yang membuat sendi kehidupan stagnasi namun sektor pertanian Indonesia mampu menjaga negara dan bangsa. 

“Pertanian satu-satunya sektor yang tak pernah surut, PDB pertanian tumbuh yang terus tumbuh positif di saat sektor lain mengalami penurunan," sebut SYL.

SYL menekankan, tantangan yang dihadapi sektor pertanian ke depan semakin berat mengingat akan adanya perubahan iklim, krisis air dan lonjakan pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia bahkan dunia. 

Oleh karena itu, HPS ke-41 ini harus dijadikan sebagai momentum konsolidasi emosional semua pihak untuk menghadapi tantangan sektor pertanian ke depan yang semakin besar tersebut.

"Oleh karena itu, siapkan teknologi untuk mengatasi perubahan iklim, agar bisa menyiapkan air sehingga tidak terjadi kekeringan, upaya-upaya menanami pekarangan dan varietas tanaman yang dapat menyimpan atau hemat air," tegasnya.

Menurutnya, kita tidak boleh bergantung pada negara lain. Maka upaya-upaya menghadapi tantangan besar besok harus benar-benar disiapkan dan menjadi upaya bersama. 

Baca juga : Mahfud Apresiasi Usulan Dewan Pers Atur Platform Digital

“Oleh karena itu, besok harus ada program baru menghadapi anomali iklim dan Indonesia menjadi pemenangnya menyediakan pangan," sambung SYL.

Lebih lanjut, SYL menyampaikan apresiasi atas komitmen dan dukungan FAO, IFAD, WFP, dan mitra pembangunan lainnya dalam membantu Indonesia untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19, utamanya bagi petani dan masyarakat rentan. 

Secara khusus, ucapkan terima kasih juga atas kerja sama Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah serta seluruh elemen masyarakat dalam mendorong berbagai upaya konkret dan positif menuju sektor pertanian yang Maju, Mandiri dan Modern.

"Highlight kegiatan HPS tahun ini kita akan bersama-sama melakukan kegiatan panen dan tanam raya berbagai komoditas pertanian dari 41 titik lokasi di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. 41 titik lokasi ini menandai usia pelaksanaan peringatan HPS yang ke-41 di tahun 2021 ini," ucapnya.

Adapun komoditas yang akan ditanam dan dipanen meliputi komoditas padi, jagung, sorghum, kedelai, kacang tanah, kelapa sawit dan kakao, cabai, tomat, brokoli, bawang merah dan bunga hias. Kementerian Pertanian mengupayakan tiada hari tanpa panen dan tanam di berbagai titik di Indonesia. 

"Sesuai dengan arahan Bapak Presiden Jokowi, ini upaya kami memastikan ketersediaan bahan pangan, menjaga stabilisasi harga dan meningkatkan kesejahteraan petani. Yang penting harus dijalankan adalah kapan kita berpikir tidak mau impor," tandas SYL. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.