Dark/Light Mode

Rela Antre Demi Berikan Suara Di Pilpres

Pemilih Ngarep Pejabat Filipina Korup Dicopot

Selasa, 10 Mei 2022 08:05 WIB
Warga antre di TPS, Bangkal, Makati City, Manila, Filipina, Senin, 9 Mei 2022. (Foto CNA/Pichayada Promchertchoo)
Warga antre di TPS, Bangkal, Makati City, Manila, Filipina, Senin, 9 Mei 2022. (Foto CNA/Pichayada Promchertchoo)

 Sebelumnya 
Pada tahun 1986, keluarganya melarikan diri ke pengasingan di Hawaii setelah Revolusi Kekuatan Rakyat (People Power) mengakhiri kekuasaan Marcos selama 20 tahun. Kritikus Bongbong mengklaim, pencalonannya adalah upaya yang disengaja untuk mengambil kembali kekuasaan yang pernah menjadi milik keluarganya.

Kandidat presiden lainnya termasuk Wali Kota Manila petahana Francisco Domagoso (Isko Moreno) dan mantan petinju profesional Senator Manny Pacquiao.

Siapa pun yang terpilih memimpin Filipina selama enam tahun ke depan dan tidak akan dapat mencalonkan diri lagi. Pendiri lembaga penelitian International Development and Security Cooperation yang berbasis di Manila, Chester Cabalza mengatakan, pemilu tidak hanya tentang presiden berikutnya. Tapi tentang memilih antara pemerintahan yang baik dan transparan, atau berlanjutnya kepemimpinan yang dinodai dengan kebohongan dan pembelokan sejarah.

Baca juga : Lantik Direksi Baru, Sri Mul Harap GDE Lebih Ngegas Dalam Pemanfaatan Panas Bumi

Hasil beberapa polling yang digelar sepanjang tahun ini menunjukkan, Marcos Jr memimpin dari pesaingannya dengan lebih dari 30 poin persentase. Ini berarti Robredo membutuhkan lonjakan suara jika ingin menang.

Kendati Pemilu Filipina diwarnai kekerasan di sejumlah tempat. Kepolisian menyebut pemilu kali ini berjalan lebih kondusif daripada sebelumnya. Untuk mengamankan pemilu kali ini, Filipina mengerahkan lebih dari 270 ribu personel polisi dan militer. Pengamanan ketat terlihat di sekolah-sekolah dasar yang diubah menjadi tempat pemungutan suara.

Baku tembak pertama terjadi di Provinsi Ilocos Sur, sekitar 195 kilometer dari Manila, Ibu Kota Filipina. Dalam sebuah video terlihat orang-orang menyerbu pusat pemungutan suara untuk menghancurkan surat suara dan mesin penghimpun suara.

Baca juga : Erick Ngarep WNI Yang Berobat Ke LN Menurun

Sementara di wilayah Filipina Selatan, sembilan orang terluka akibat lima granat meledak di luar tempat pemungutan suara. Ledakan itu terjadi beberapa jam sebelum pemungutan suara dimulai.

Tak cuma aksi kekerasan, di saat yang sama, ditemukan laporan tentang mesin pemungutan suara yang rusak dan beberapa pemilih yang kesulitan menemukan nama mereka di daftar pemilih.

Pejabat KPU Filipina Marlon Casquejo mengatakan, Pemerintah menghitung sekitar 143 mesin rusak di seluruh Filipina. Kata dia, kerusakan akibat mesin sudah uzur dan bermasalah. Komisioner KPU Filipina George Garcia menambahkan, lebih dari 1.800 mesin pemungutan suara tidak berfungsi.

Baca juga : KPK Pastikan Dalami Peran Bos Perusahaan Penyuap Pejabat Ditjen Pajak

“Tapi ada 1.100 mesin cadangan di seluruh Filipina,” jelas Garcia, dilansir The New York Times, kemarin.

Butuh waktu antara 45 menit hingga satu jam bagi para pemilih untuk memberikan suara. Para pejabat juga tetap menegakkan aturan menjaga jarak sosial untuk mencegah penyebaran Covid-19. ***

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.