Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kemlu Wajib Ungkap Kasus Buruh Migran Tewas Di Tahanan Sabah

WNI Diperlakukan Seperti Di Neraka

Kamis, 30 Juni 2022 08:05 WIB
Pihak Imigrasi di Sabah, Malaysia, mendeportasi imigran ilegal. (Foto Dok National Security Council via StraitsTimes)
Pihak Imigrasi di Sabah, Malaysia, mendeportasi imigran ilegal. (Foto Dok National Security Council via StraitsTimes)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) menindaklanjuti laporan buruknya kondisi tahanan Imigrasi di Malaysia. Hal tersebut diduga menjadi penyebab banyaknya Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditahan di tempat tersebut meninggal dunia.

Sikap tersebut disampaikan Kemlu sebagai respons atas laporan Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB) tahun 2022 berjudul Seperti di Neraka: Kondisi di Pusat Tahanan Imigrasi di Sabah, Malaysia.

Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu Judha Nugraha mengatakan, pihaknya menghargai upaya KBMB untuk ikut melindungi WNI di luar negeri.

“Kemlu akan segera menindaklanjutinya kepada otoritas dan pihak-pihak terkait,” kata Judha, dikutip dari pernyataan Kemlu, Selasa (28/6).

Berita Terkait : Bamsoet: Perlu Pendekatan Tegas Dan Humanis Selesaikan Konflik Di Papua

Berdasarkan data KBMB, setidaknya ada 149 buruh migran yang meninggal di lima Depot Tahanan Imigrasi (DTI) di Sabah dalam kurun 2021 hingga Juni 2022. Perinciannya, 101 orang meninggal sepanjang 2021, dan 48 orang meninggal dunia pada periode Januari-Juni 2022.

Dikutip dari tayangan Kompas TV, Rabu (29/6) Anggota KBMB Abu Mufakhir menyatakan, WNI yang ditangkap karena melanggar aturan Imigrasi itu diduga hidup dalam kondisi tidak layak dan tidak memiliki akses ke fasilitas kesehatan.

“Nggak ada air bersih, makanannya jelek. bagaimana orang nggak meninggal, mereka cuma tidur paling banyak 2 jam sampai 3 jam sehari,” kata Mufakhir.

Menurut Judha, Kemlu telah menghubungi KBMB untuk memperoleh data rinci WNI/ PMI yang dinyatakan meninggal di rumah tahanan Imigrasi di Sabah serta data para deportan yang mengalami penganiayaan selama berada di DTI, Sabah. Setelah itu, seluruh data akan ditelusuri dan dimintakan penjelasan dari otoritas di Malaysia.

Berita Terkait : Dibuka Puan Dan Diramaikan KD, Baksos PIA DPR Berlangsung Meriah

Pemerintah akan menindaklanjutinya secara bilateral dengan Malaysia jika data tersebut terkonfirmasi. Judha menambahkan, Perwakilan RI di Sabah, yaitu KJRI Kota Kinabalu dan KRI Tawau bertemu Pengarah Jabatan Imigrasi Negeri Sabah, Selasa (28/6). Pertemuan dimaksudkan untuk meminta keterangan dan kejelasan atas temuan KBMB, sebagai upaya Pemerintah Indonesia dalam melindungi WNI/PMI di wilayah Sabah.

Anggota Komisi I DPR Sukamta meminta pemerintah memberikan perhatian ekstra untuk mengungkap laporan soal 149 buruh migran yang meninggal di tahanan Imigrasi Sabah. KBMB mengungkap sekitar 149 WNI meninggal dunia di lima pusat tahanan Imigrasi Sabah.

“Saya minta Kemlu untuk segera menindaklanjuti temuan ini. Apalagi muncul juga kabar adanya penyiksaan yang selama ini dialami tahanan WNI di sana,” ujar Sukamta, Rabu (29/6).

Adanya informasi yang beredar di beberapa media massa bahwa kejadian penyiksaan WNI telah berlangsung bertahun-tahun, kata dia, juga perlu diungkap secara menyeluruh. Mestinya, lanjut dia, jika kasus ini sudah berlangsung lama, Kedubes RI di Malaysia mengetahui kejadiannya.

Berita Terkait : Mudik Gerakkan Ekonomi Rakyat

Untuk mengoptimalkan proses penyidikan, dia mengusulkan pembentukan tim adhoc terdiri atas Kemlu, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Interpol Indonesia, serta perwakilan dari organisasi pekerja migran.

“Saya berharap kasus ini bisa segera diungkap, karena sangat ironis jika temuan ini betul terjadi,” tandasnya. ■