Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Penikaman Brutal Di Westlife Bondi Junction Sydney, Polisi: Pelaku Sakit Mental
Minggu, 14 April 2024 10:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Seorang pria yang membunuh enam orang dengan pisau panjang di pusat perbelanjaan Sydney, Westfield Bondi Junction pada Sabtu (13/4/3024), telah diidentifikasi oleh polisi Australia. Pria yang ditembak mati di tempat oleh inspektur polisi wanita itu bernama Joel Cauchi (40).
Korban tewas penikaman di Westlife Bondi Junction terdiri dari lima wanita dan seorang pria. Beberapa lainnya, termasuk seorang bayi, terluka.
Otoritas setempat mengatakan, aksi serangan ini dilatari oleh kesehatan mental pelaku. Tidak terpengaruh ideologi atau motivasi tertentu.
Dalam update-nya pada Minggu (14/4/2024), Asisten Komisaris Polisi New South Wales Anthony Cooke mengatakan, pihaknya masih terus berusaha memberi tahu keluarga korban.
"Dua dari mereka, tampaknya tidak memiliki keluarga di Australia," kata Cooke kepada wartawan, seperti dilansir BBC.
Cauchi, yang berasal dari Queensland, disebut lumayan beken di kalangan polisi. Dia diketahui telah membeli unit penyimpanan di Sydney.
Bayi 9 Bulan Kritis
Baca juga : Penikaman Brutal Di Mall Sydney, 6 Tewas, Pelaku Ditembak Mati Di Tempat
Menteri Kesehatan Ryan Park mengungkap, bayi perempuan berusia sembilan bulan yang menjadi korban penikaman di Westfield Bondi Junction, telah menjalani operasi pada Sabtu (13/4/2024) malam.
“Bayi itu kini berada di ruang ICU, kondisinya kritis,” ujar Ryan Park kepada ABC.
Ibu bayi itu, Ashlee Good, masuk dalam daftar korban tewas penikaman. Saksi mata mengatakan, Good berhasil menyerahkan bayinya kepada orang di sekitarnya, sesaat setelah dia terluka.
"Setelah ditikam, dia memberikan bayinya kepada saya. Saya lalu menggendongnya,” ujar seorang pria kepada Nine News.
Pihak keluarga Good mengungkap kesedihan mendalam atas tewasnya Ashlee: seorang ibu yang cantik, anak perempuan, saudara perempuan, pasangan, teman, dan manusia yang luar biasa dalam musibah penikaman di mall tersebut.
"Kami menghargai simpati mendalam masyarakat Australia, untuk Ashlee dan bayi Perempuan ya," tutur keluarga Ashlee, dalam sebuah pernyataan.
Baca juga : Ledakan Di RS Semen Padang, Pasien Dievakuasi Ke Rumah Sakit Lain
Minggu (14/4/2024) pagi, karangan bunga duka cita mulai menumpuk di luar pusat perbelanjaan besar di timur Sydney yang makmur.
PM Australia Puji Polisi
Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese mengapresiasi sikap warganya, yang berjuang menghadapi kejutan dan trauma atas insiden penikaman di Westlife Bondi Junction, Sydney.
Menurutnya, serangan itu benar-benar di luar pemahaman.
Sekali lagi, PM Albanese memuji tindakan seorang polisi wanita senior yang berani menembak mati Cauchi di tengah kengerian yang mencengkeram mall,
"Dia inspektur luar biasa. Dia berani menghilangkan ancaman yang ada, tanpa memikirkan risikonya sendiri," puji PM Albanese.
Otoritas setempat melaporkan, sembilan orang telah dilarikan ke rumah sakit setelah insiden itu. Tiga orang lainnya berhasil mendapatkan perawatan medis dalam semalam. Sedikitnya 40 paramedis dikabarkan turun langsung menangani korban penikaman.
Baca juga : Pendaftaran Prakerja 2024 Dibuka, Ini Keuntungan, Syarat Dan Cara Mendaftarnya
Hari ini, Westlife Bondi Junction masih ditutup atau belum beroperasi sebagaimana mestinya. Penyelidik forensik masih terus memeriksa tempat kejadian.
Banyak pemimpin dunia telah menyatakan keterkejutan dan simpati mendalam atas insiden penikaman brutal ini.
Pemimpin Selandia Baru Christopher Luxon mengatakan, seluruh warganya bersimpati atas musibah ini.
PM Inggris Rishi Sunak mengatakan, seluruh korban senantiasa ada dalam pikiran dan doa rakyat Inggris.
Senada, Paus Fransiskus mengaku sangat sedih dengan tragedi tak berperikemanusiaan ini, dan menyampaikan doa terbaiknya.
Sementara Raja Charles dan Ratu Camilla menuturkan, hatinya tertuju pada keluarga dan orang-orang terkasih korban penikaman tersebut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya