Dark/Light Mode

Duta Besar Indonesia Untuk Korea Selatan Umar Hadi

Ajak APIK Ambil Bagian Proyek Ibu Kota Baru

Selasa, 24 Desember 2019 07:26 WIB
Dubes Umar Hadi memberi pemaparan di hadapan anggota  APIK. (Foto: KBRI Seoul)
Dubes Umar Hadi memberi pemaparan di hadapan anggota APIK. (Foto: KBRI Seoul)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menondaklanjuti pertemuan dengan Presiden Jokowi di sela perhelatan ASEAN Republic of Korea Commemorative Summit di Busan November lalu, 160 ilmuwan peneliti Indonesia di Korea Selatan yang tergabung dalam asosiasi APIK (Asosiasi Peneliti Indonesia di Korea) menyampaikan komitmennya mensukseskan proyek nasional perpindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi yang turut menggawangi terbentuknya APIK, menyambut baik komitmen ini. Dubes Umar meminta APIK aktif memberi masukan kepada pemerintah mengenai rancangan ibu kota baru. “Misalnya masukan diberikan secara berkala seperti sebulan sekali,” ujar Dubes Umar Hadi dalam keterangannya.

“Ada kepuasan tersendiri kalau kita bisa menciptakan suatu gagasan yang bermanfaat bagi bangsa. Karena itu kita harus melakukan pertemuan secara intensif untuk menyusun konsep tentang klaster riset dan inovasi yang bisa digunakan di ibu kota baru nanti,” sambungnya.

Baca Juga : Masih Ributin Ucapan Natal, Kapan Majunya Bangsa Ini?

Ilmuwan Peneliti Indonesia di Korea menyambut baik tantangan tersebut. Bahkan oranisasi yang baru dibentuk ini mengadakan pertemuan lanjutan secara dan akan mempresentasikan usulannya awal tahun 2020.

Selain rancangan klaster riset, APIK juga akan memberikan usulan konkret terkait pembentukan Universitas Riset Indonesia (URI) dengan mengadopsi struktur Korea Research Institute (KST).

APIK dibentuk sebagai wadah bagi para peneliti Indonesia yang lulus dan tengah berada di Korea untuk mendorong percepatan kemajuan riset di Indonesia melalui inovasi dan kolaborasi.

Baca Juga : Curhatan Mahfud

Misi terbentuknya APIK di antaranya membangun jaringan dan kolaborasi kuat antaranggota dan menjadi sarana pertukaran pengalaman.

Ilmuan Peneliti Indonesia di Korea berasal dari berbagai bidang keilmuan. Mulai dari teknologi informasi, kecerdasan buatan, instrumentasi, energi, budaya, bioteknologi, kelautan dan perikanan, hingga teknologi nuklir. Bahkan meat science dan ilmu pemanfaatan limbah hewan juga ada.

Anggota APIK terdiri dari Dosen/Research Professor, Postdoctoral Researcher Peneliti di R&D perusahaan atau lembaga riset lulusan Korea serta mahasiswa S3 di Korsel. [DAY]