Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
IG Live Rakyat Merdeka Bersama Nana Yuliana, Konsulat Jenderal RI di Houston
Supremasi Kulit Putih dan Wabah Corona Jadi Isu Penentu Pilpres AS
Jumat, 5 Juni 2020 05:30 WIB
Sebelumnya
“Tapi juga harus diingat, alat tes sudah cukup banyak. Begitu juga dengat alat kesehatan se- perti ventilator dan sebagainya,” beber calon Duta Besar (Dubes) RI untuk Kuba itu.
Baca juga : Unisba Blitar Bidik Potensi Investasi Ethiopia dan Afrika
Aksi protes terhadap kematian warga Afrika-Amerika George Floyd yang berujung pada ke- rusuhan, merupakan puncak dari krisis yang terjadi saat ini. Sebelumnya, gara-gara wabah Covid-19, 40 juta warga AS jadi pengangguran. Dua isu itu, menurut Nana, juga dipolitisasi jelang Pilpres.
“Dan itu akan mempengaruhi tingkat penerimaan, terutama incumbent pada Pilpres nanti,” katanya.
Baca juga : Buka KTT Gavi, Inggris Galang Dana untuk Vaksin Murah
Di sisi lain, meski sudah mengedepankan persamaan hak-hak sipil terhadap seluruh warga negara, istilah supremasi kulit putih atau white supremacy masih terdengar. Isu itu juga sering jadi bahasan. Terutama oleh para pengamat di negara tersebut.
Diskrimasi yang dirasakan kulit hitam, menurut Nana, sebenarnya adalah pengulangan sejarah. Di mana pembentukan AS diawali dari pembebasan warga kulit hitam dari perbudakan. Hingga kemudian muncul aturan hak-hak sipil. Tiap warga negara punya hak sama. Tanpa melihat warna kulit maupun agama.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya