Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
IG Live Rakyat Merdeka Bersama Nana Yuliana, Konsulat Jenderal RI di Houston
Supremasi Kulit Putih dan Wabah Corona Jadi Isu Penentu Pilpres AS
Jumat, 5 Juni 2020 05:30 WIB
Sebelumnya
Protokol Kesehatan Tidak Ketat
Sejauh ini, angka kematian akibat Covid-19 di AS terbilang tinggi. Dari penelitian, kata Nana, kebanyakan adalah mereka yang berada dalam usia rentan, 60-70 tahunan. Dan, yang sudah memiliki penyakit bawaan sebelumnya.
Baca juga : Unisba Blitar Bidik Potensi Investasi Ethiopia dan Afrika
Lalu, angka kematian yang cukup tinggi juga terjadi di kalangan warga kulit hitam. Penyebabnya, sambung Nana, salah satunya adalah rendahnya pendapatan. Selain itu, terbatasnya akses informasi hingga budaya warga Afrika-Amerika yang kerap berkumpul satu sama lain.
“Itu mempengaruhi penyebaran. Kalau ada satu yang kena, bisa menulari yang lain,” terangnya.
Baca juga : Buka KTT Gavi, Inggris Galang Dana untuk Vaksin Murah
Namun, meski angka penularan dan kematian masih cukup tinggi, sejumlah tempat dan layanan publik sudah dibuka. Dengan menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan. Mulai dari memakai masker. Hingga menjaga jarak.
“Kalau misalkan masuk toko, itu dibatasi. Nanti misalkan ada yang keluar, baru yang lain boleh masuk,” jelasnya.
Baca juga : Turki Kembali Tangkapi Para Pengikut Gulen
Sayangnya, protokol itu tidak dijalankan dengan ketat. Itu terlihat dari ketiadaan sanksi bagi mereka yang melanggar. Protokol kesehatan yang dijalankan lebih bersifat anjuran dan himbauan. Makanya, angka penularan masih tinggi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya