Dark/Light Mode

Korsel Sukses Tangani Corona

Presiden Sampai Rakyat Dapat BLT

Rabu, 5 Agustus 2020 07:18 WIB
Tangkapan layar Dubes RI untuk Korea Selatan, Umar Hadi di acara RMInsight yang diadakan Rakyat Merdeka secara virtual, Selasa (4/8). (Foto: Youtube)
Tangkapan layar Dubes RI untuk Korea Selatan, Umar Hadi di acara RMInsight yang diadakan Rakyat Merdeka secara virtual, Selasa (4/8). (Foto: Youtube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penanganan Corona di Korea Selatan patut jadi model bagi negara lain. Pemerintahnya sigap dan transparan. Kebijakannya juga terukur dan sistematis.

Untuk urusan BLT (Bantuan Langsung Tunai) saja misalnya, negara K-Pop ini nggak pilih-pilih. Seluruh warganya, dari Presiden hingga rakyat jelata, dapat BLT. Bahkan, negara yang penduduknya sekitar 51 juta jiwa ini, berani kucurkan anggaran pemulihan ekonomi mencapai Rp 730 triliun.

Berita Terkait : Korsel Nggak Berlakukan Lockdown

Dalam acara RMInsight kemarin, Dubes RI untuk Korea Selatan, Umar Hadi menceritakan semuanya. Mulai dari upaya Korsel jinakkan Corona, sampai kebijakan penyelamatan ekonomi. Mengingat dampak pandemi ini membuat Korsel masuk dalam jurang resesi. Mengenakan kemeja putih, berlatarkan kayu ukiran khas Jepara, Umar memulai penjelasannya dalam sektor kesehatan.

Sampai kemarin, total kasus Corona di Negeri Ginseng itu, mencapai 14.423 kasus. Total yang sembuh mencapai 13.352 orang. Sedangkan yang meninggal berjumlah 301 jiwa. Sisanya, 770 orang masih menjalani perawatan kesehatan. Sementara tes kesehatan berupa PCR (polymerase chain reakction) sudah dilakukan pada 1.589.780 orang.

Berita Terkait : Vietnam Belum Merdeka Corona

Diakui Umar, negara yang dipimpin Presiden Moon Jae-in ini, terbilang sangat agresif dalam hal pengetesan. Terhitung sejak kemunculan kasus pertama di Wuhan, Korsel sudah melakukan tes PCR sejak 3 Januari. Pengetesan itu didukung kapasitas rumah sakit dan tenaga medis yang mumpuni, sehingga banyak pasien tertangani.

“Di sini ada Undang-Undang mengenai pencegahan, dan pengelolaan penyakit menular. Dalam keadaan pandemi, berlaku satu sistem yang dipimpin Perdana Menteri. Sudah otomatis berjalan. Sejak Januari, tingkat tertinggi, Presidennya menyatakan sebagai bencana nasional, karena itu ditangani secara total,” tutur Umar.

Berita Terkait : Tantowi Yahya Nyanyi Mantel Banyak Warna

Soal penanganan pandemi di Korsel, ada tiga hal yang bisa dijadikan referensi untuk Indonesia. Pertama, kesiapan. Negeri K-Pop ini banyak fasilitas umum yang tersedia. Mulai dari rumah sakit, alat kesehatan, tenaga medis, sampai peringatan bahayanya sudah siap. Apalagi Korsel sudah pengalaman menghadapi Mers dan Sars. Bahkan bisa di bilang Korsel tak kaget ketika muncul Covid-19 di Wuhan.

Kedua, koherensi kebijakan. Dalam hal ini, kebijakan pemerintah di Korsel, baik secara vertikal (presiden sampai ke bawah) memiliki kebijakan seragam. Begitu juga secara horizontal, tidak ada benturan kebijakan antar kementerian/ lembaga. Ketiga, kepercayaan masyarakat. Kata Umar, transparansi informasi di Korsel sangat tinggi.
 Selanjutnya