Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sempat Tekor Rp 8,43 T Per Hari di Masa Lockdown
Malaysia Optimis Cepat Pulihkan Ekonomi
Minggu, 30 Agustus 2020 23:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PM Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin mengungkap, negaranya tekor 2,4 miliar ringgit Malaysia atau Rp 8,43 triliun sehari dalam periode pelaksanaan Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) atau lockdown, yang ditujukan untuk membendung pandemi Covid-19.
"Saya diberi tahu oleh Gubernur Bank Negara, bahwa negara kami mengalami kerugian 2,4 miliar ringgit Malaysia atau Rp 8,4 triliun sehari selama masa pelaksanaan Perintah Kawalan Pergerakan. Ekonomi Malaysia akan runtuh, jika tidak segera dibuka. Dampaknya akan sangat buruk," kata Muhyiddin dalam pidato khusus menyambut HUT Ke-63 Kemerdekaan Malaysia, yang disiarkan stasiun TV, Minggu (30/8).
Baca juga : Sektor Perumahan Diyakini Percepat Pemulihan Ekonomi
Dengan alasan tersebut, pemerintah Malaysia pun memutuskan untuk membuka kembali sektor-sektor ekonomi negara secara bertahap.
Untuk mempercepat pemulihan, pemerintahan Muhyiddin juga meluncurkan paket stimulus ekonomi bertajuk Bantuan Prihatin Nasional sebesar 260 miliar ringgit Malaysia atau Rp 912,86 triliun. Bantuan yang ditujukan untuk menopang perusahaan kecil dan menengah di masa pandemi Covid, antara lain diberikan dalam bentuk moratorium pembayaran utang bank, subsidi upah, dan sebagainya.
Baca juga : Saudagar Bugis Makassar Siap Bantu Pulihkan Ekonomi Nasional
Selain itu, juga ada stimulus ekonomi dalam bentul Pelan Jana Semula Ekonomi Negara (Penjana) berjumlah 35 miliar ringgit Malaysia atau Rp 122,89 triliun.
"Alhamdulillah, hari ini sektor-sektor ekonomi negara ini telah mulai membaik. Lebih 15 juta pekerja telah kembali bekerja. Tingkat pengangguran juga berkurang, dari 5,3 persen pada bulan Mei menjadi 4,9 persen pada bulan Juni," papar Muhyiddin.
Baca juga : Adaptasi dan Kolaborasi Untuk Penguatan Ekonomi
"Sektor ekonomi yang terdampak pandemi memang perlu waktu untuk pulih sepenuhnya. Tapi saya yakin, tren pemulihan ekonomi akan terus berlanjut. Ekonomi negara pun pulih lebih cepat," katanya. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya