Dark/Light Mode

Pakistan Anugerahkan Penghargaan Nasional Pahlawan Masjid Christchurch

Senin, 18 Maret 2019 10:21 WIB
Mian Naeem Rashid dan Imran Khan.
Mian Naeem Rashid dan Imran Khan.

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri Pakistan Imran Khan akan memberikan penghargaan nasional kepada Rashid Naeem (50), pria yang berusaha menghentikan pelaku penembakan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru.

Dalam sebuah video, tampak seorang pria ditembak mati saat sedang mendekati pelaku Brenton Tarrant (28), sementara yang lain melarikan diri. Khan mengumumkan, negara akan memberikan bantuan untuk keluarga sembilan orang warga Pakistan yang turut menjadi korban tewas dalam penembakan tersebut.

"Kami siap untuk memberikan semua dukungan kami kepada keluarga korban asal Pakistan yang menjadi korban dalam serangan teroris di Christchurch," kata Khan, dalam pernyataan di akun Twitternya, dilansir AFP.

Baca juga : Bulan Sabit Merah Minta Pemerintah Evakuasi Sementara WNI Dari Christchurch

"Pakistan bangga dengan Mian Naeem Rashid yang mati syahid saat mencoba menangkal teroris Supremasi Putih dan keberaniannya akan diakui dengan penghargaan nasional," ucap Khan.

Naeem merupakan pengajar dan ayah dari tiga yang beremigrasi dari Pakistan ke Selandia Baru 10 tahun lalu. Dilansir StraitTimes, bulan Naeem telah sibuk merencanakan pernikahan putranya Talha, 21. Baik ayah maupun putranya tewas Jumat lalu (15 Maret), bersama dengan tujuh warga Pakistan lainnya. Mereka berada di Masji Al Noor. Tragedi Christchurch, Selandia Baru, menewaskan sedikitnya 50 orang dan melukai sejumlah lainnya.

Kakak Rashid, Khurshid Alam, mengatakan kepada AFP di Kota Abbottabad, Pakistan barat laut, bahwa penghargaan itu "sangat berarti" bagi keluarganya. "Saya merasa sangat bangga," katanya.

Baca juga : WNA Banyak Jadi Korban Tragedi Penembakan Christchurch

Naeem, kata dia, mengunjungi keluarganya tahun lalu dan tinggal selama dua bulan. "Kami memiliki waktu yang menyenangkan. Dia adalah seorang pria yang akan menjadi seperti anak kecil dengan anak-anak, dan seperti orang dewasa dengan orang dewasa," kata Alam.

Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi mengatakan penghargaan itu akan diberikan pada 23 Maret, Di Hari Pakistan. Dia membenarkan bahwa sembilan warga Pakistan tewas dalam serangan itu sementara satu orang dalam kondisi kritis.

"Satu orang masih belum keluar dari bahaya, tetapi dia sedang dirawat," katanya. Qureshi mengatakan, keluarga dari enam korban memutuskan menguburkan mereka di Christchurch, sementara tiga lainnya ingin membawa jenazah ke Pakistan.

Baca juga : Mensos Berharap Pengetahuan Mitigasi Bencana Makin Masif

"Apa pun keputusan keluarga, kami akan menghormatinya dan memenuhi keinginan mereka," katanya. Dia menambahkan, bendera akan dikibarkan setengah tiang di Pakistan pada Senin (18/3) untuk menghormati para korban.

Para pejabat di daerah utara Pakistan membenarkan, tersangk amengunjungi kawasan itu sebagai turis pada Oktober, tinggal selama lebih dari sepekan. [MEL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Live KPU