Dark/Light Mode

Iran Sesumbar Mampu Buru Kapal Selam Nuklir AS

Kamis, 24 Desember 2020 15:13 WIB
Kapal selam nuklir AS, USS Georgia. [Foto: defenseimagery.mil]]
Kapal selam nuklir AS, USS Georgia. [Foto: defenseimagery.mil]]

RM.id  Rakyat Merdeka - Iran menegaskan, angkatan bersenjatanya mampu memburu kapal selam nuklir Amerika Serikat (AS).

Penegasan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Majelis Syura Islam Iran/Wakil Ketua Parlemen Iran, Sayid Amir Hossein Ghazizadeh Hashemi. Pernyataan ini merespons pergerakan militer AS di perairan Teluk Persia.

Baca Juga : Inter Siap Obral Christian Erikson

Baru-baru ini, AS mengumumkan kapal selam nuklirnya, USS Georgia sudah melewati Selat Hormuz dan memasuki Teluk Persia.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi Russia Today, Rabu (23/12/2020), seperti dikutip Pars Today, Iran meyakinkan tidak mencemaskan masalah ini. Karena Iran punya kemampuan melacak pergerakan militer Amerika di perairan Teluk Persia.

Baca Juga : Sektor Lingkungan Hidup Jadi Pertahanan Ekonomi Di Garis Depan

Amerika dan Inggris, lanjutnya, membangun pangkalan-pangkalan militer di sekitar Teluk Persia. Iran meyakini, di manapun kedua negara ini ada, di sana hadir pula kekuatan Israel yang turut melakukan infiltrasi.

Hashemi menuding, meski pangkalan-pangkalan militer itu atas nama Amerika dan Inggris, namun secara resmi, sebenarnya berada di tangan Israel. Selama ini, lanjutnya, Iran tak pernah menganggap Israel ada sebagai sebuah negara. Melainkan hanya bagian identitas Amerika di Asia Barat. Maka pergerakan militer Amerika, dinilai Iran bukan hal yang baru.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Lepas Jenazah Bupati Luwu Timur

Lebih jauh Hashemi menegaskan, dahulu saat Iran tidak punya peralatan, teknologi dan kekuatan untuk melawan, Amerika dan Israel pun tidak mampu menyerang Iran. Sekarang, ketika Iran sudah menjadi negara yang kuat, bila sebelumnya Iran telah mampu menembak jatuh drone Amerika, sekarang pun dia yakinkan, Iran juga bisa dengan mudah memburu kapal selam Amerika di Teluk Persia.

"Jika sampai terjadi ledakan bom atom, maka air di Teluk Persia akan tercemar oleh bahan radioaktif. Stasiun penyulingan air bersih negara-negara Arab pun akan hancur. Saat itu, kondisi akan sangat sulit bagi mereka,” tutup Hashemi. [RSM]