Dark/Light Mode

Jelang Pelantikan Biden-Harris

Washington DC Mencekam

Selasa, 19 Januari 2021 05:17 WIB
Tentara Garda Nasional berjaga-jaga di sekitar Capitol Hill, Washington DC, Amerika Serikat. (Foto : AP/ J Scott Applewhite).
Tentara Garda Nasional berjaga-jaga di sekitar Capitol Hill, Washington DC, Amerika Serikat. (Foto : AP/ J Scott Applewhite).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menjelang pelantikan Joe Biden dan Kamala Harris sebagai Presiden dan Wakil Presiden, suasana di Washington DC, Amerika Serikat (AS) semakin mencekam. Pengamanan diperketat, seperti saat Negeri Paman Sam itu parno pasca serangan teroris 9/11.

Dilansir media AS, Associated Press, menjelang pelantikan Biden 20 Januari, toko penjualan senjata laris manis. Selain itu, unjuk rasa berlangsung di depan DPR di beberapa negara bagian. Ditambah lagi dengan 6 Januari lalu, para pendukung Donald Trump merangsek masuk Capitol Hill. Mereka berbuat rusuh sehingga menewaskan lima orang.

Berita Terkait : Jelang Pelantikan Biden, Washington Di-Lockdown

Hal tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap situasi keamanan. Untuk itu, total 25.000 personel pasukan Garda Nasional diterjunkan ke Washington DC. Tak hanya itu, pengamanan pelantikan juga melibatkan Departemen Kepoli­sian Metropolitan Washington, Polisi Capitol AS, dan Polisi Taman AS. Ada juga Secret Service yang bertanggung jawab atas keamanan acara.

Penurunan sejumlah arma­da pengamanan juga menjadi momok menakutkan. Biro In­vestigasi Federal (FBI) kha­watir bakal terjadi serangan dari internal pasukan penga­man. Sekretaris Angkatan Darat Ryan McCarthy mengatakan, para pemimpin militer diminta mewaspadai potensi ancaman tersebut.

Berita Terkait : Menlu China Tebar Pesona Di ASEAN

“Kami terus memeriksa per­siapan pasukan. Juga memper­hatikan individu yang mungkin berbahaya,” ujarnya.

FBI juga melakukan pengece­kan latar belakang orang-orang yang keluar masuk Washington DC. Jika ada yang terlibat pada aksi anarkis atau terorisme, pihak FBI bakal langsung meng­mankan individu tersebut.

Berita Terkait : Siapa Pun Presidennya, AS Tetap Musuh Korut

Kepala Garda Nasional, Jen­deral Daniel R Hokanson me­nambahkan, pasukan Garda Nasional juga dipantau ketat. “Jika ada indikasi bahwa ada tentara atau personel kami yang mengungkapkan hal-hal yang merupakan pandangan ekstrem, mereka akan segera ditindak,” tegasnya.
 Selanjutnya