Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gelar Open House Bisa Kena Denda Rp 86 Juta
Tak Main-main Dengan Aturan Lockdown, Malaysia Siap Terjunkan Drone
Rabu, 12 Mei 2021 14:06 WIB
Sebelumnya
Wakil Direktur Departemen Lalu Lintas dan Penegakan Bukit Aman Asisten Komandan Senior Mohd Nadzri Husain mengatakan, polisi akan melancarkan Operasi Rentas selama sepekan, untuk mencegah warga bepergian lintas negeri.
Selama Operasi Rentas yang akan berlangsung hingga 16 Mei mendatang, penghalang jalan akan dipasang di sepanjang Jalan Tol Utara-Selatan dan Jalan Tol Pantai Timur akan diblokir.
Jalan raya akan dibagi menjadi 5 zona (wilayah utara, pusat A dan B, serta wilayah selatan dan timur) dan 28 sektor. Penghalang jalan akan dipasang sesuai waktu yang dijadwalkan.
Baca juga : Gelar Pesta Di Tengah Lockdown, Jenderal Polisi Kamboja Ditangkap Dan Dipecat
Selain itu, polisi di negara bagian juga telah memasang 349 pembatas jalan di wilayah mereka masing-masing.
"Warga Malaysia diimbau tidak melanggar larangan perjalanan antarnegara bagian, karena pelanggar tidak hanya akan diperintahkan untuk kembali. Tetapi juga akan dikenai denda karena melanggar Undang-Undang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular," tutur Nadzri Husain.
"Kami harap, warga Malaysia dapat bekerja sama dengan baik, agar situasi Covid tak semakin memburuk," tandasnya.
Baca juga : Malaysia Optimis Cepat Pulihkan Ekonomi
Tak cuma di titik-titik kecelakaan, penghalang jalan di sepanjang jalan raya juga akan dipasang di tempat-tempat di mana orang dapat melakukan penyeberangan antar negara.
Ditanya soal pemblokiran jalan dapat menyebabkan kemacetan lalu lintas, Nadzir mengatakan, polisi tidak punya pilihan lain.
“Kami perlu waktu untuk memeriksa dokumen-dokumen tersebut, karena ada kasus-kasus di mana orang-orang berusaha menipu dengan menggunakan fotokopi surat dan dokumen palsu lainnya,” terangnya.
Baca juga : Bikin Aturan Jago, Tapi Implementasinya Letoy
Ini adalah lockdown nasional ketiga yang dijalankan Malaysia, sejak pandemi berjangkit pada tahun lalu. Kebijakan ini diterapkan demi membendung laju penyebaran Covid dan menekan tingkat rawat inap di rumah sakit.
Berdasarkan catatan Johns Hopkins University, Malaysia yang jumlah penduduknya nyaris 33 juta jiwa, saat ini melaporkan 448.457 kasus positif, dengan 1.722 angka kematian [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya