Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Terhadap kemungkinan kesediaan rujuk Kerajaan Saudi dengan Iran ini, mungkin kita dapat lihat lebih fokus dalam dua perspektif. Pertama, perspektif konflik Saudi dan Yaman. Selama ini, Iran mendukung gerakan pemberontakan rajyat Yaman. Saudi tentu menginginkan peran besar Teheran menekan Yaman sehingga konflik tidak berlarut larut.
Baca juga : Ada Apa Dengan Terawan
Kedua, perspektif Visi 2030 Arab Saudi, yang ingin sukses menstabilkan keamanan kawasan. Ini guna memudahkan aplikasi program Visi 2030 karya besar Pangeran MBS dalam pembangunan besar-besaran Arab Saudi.
Baca juga : Makin Lengket Dengan Sutradara
Dilihat dari sudut pandang kepentingan Indonesia, keinginan rujuk dari gagasan pangeran MBS penting dan berguna. Terhadap dunia Islam, juga bisa memberi manfaat untuk berkontribusi pada ekonomi, ketimbang biaya untuk konflik dan perang. Kedua negara itu adalah sahabat bagi Indonesia. Rujuk diplomatik tentu kita tunggu. Semoga. (*)
Baca juga : Hoaks! PM Israel Ancam Muslim Dengan Vaksin
[Penulis adalah Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA), Jakarta & Anggota Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional PP Muhammadiyah]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.