Dark/Light Mode

Insiden Diplomat Nigeria Vs Imigrasi Berakhir Dengan Salaman

Kamis, 12 Agustus 2021 15:15 WIB
Dubes Ari Usman Ogah (berkopiah) menyaksikan salaman damai antara diplomat Abdulrahman Ibrahim dengan pihak Imigrasi di Jakarta, Sabtu (7/8/2021). (Foto Ditjen Imigrasi)
Dubes Ari Usman Ogah (berkopiah) menyaksikan salaman damai antara diplomat Abdulrahman Ibrahim dengan pihak Imigrasi di Jakarta, Sabtu (7/8/2021). (Foto Ditjen Imigrasi)

 Sebelumnya 
Insiden itu mencuat saat rekaman video insiden tersebut menyebar di media sosial. Salah satunya di Twitter LegitpostNg yang memposting video itu pada 8 Agustus 2021. Akun itu memasang link video yang sudah di-upload di Instagram legitpost.ng lima hari lalu. Disebutkan, nama diplomat Nigeria itu Ibrahim Babani. twitter.com/LegitpostNg/status/1424087212652646407?s=20. Selanjutnya diketahui namanya Abdulrahman Ibrahim.

Video itu menunjukkan diplomat Nigeria bernama Abdulrahman Ibrahim berteriak-teriak di dalam mobil ketika kepalanya ditekan ke kursi mobil. Menurut Ibnu, video tersebut justru menunjukkan bagaimana petugas imigrasi berusaha mencegah agar diplomat Nigeria itu tidak melakukan kekerasan atau hal yang tidak diinginkan, dalam perjalanan menuju Kantor Imigrasi Jakarta Selatan.

Tangkapan video di media sosial saat Abdulrahman Ibrahim ditahan petugas Imigrasi. 

Baca juga : Nigeria Panggil Pulang Dubes Di Jakarta

Kejadian itu kemudian berujung penarikan pulang sementara Dubes Ari Usman Ogah. Ia akan melakukan konsultasi tingkat tinggi mengenai masalah yang menyebabkan ketegangan tersebut.

"Banyak dari Anda mungkin telah melihat video viral di media sosial, apa yang kami putuskan untuk dilakukan adalah konsultasi segera dengan duta besar kami di Indonesia," kata Menlu Nigeria Geoffrey Onyeama dalam konferensi pers, Kamis.

Baca juga : Biar Adil, Lihatnya Dari Dua Sisi Ya..!

Kemlu Nigeria menganggap insiden itu melanggar hukum internasional dan Konvensi Wina terkait hubungan Konsuler dan Diplomatik Antar Negara. Onyeama mengatakan, pemerintah Nigeria juga meminta pemerintah Indonesia memberi sanksi yang berat dan pantas untuk petugas imigrasi yang terlibat dalam tindakan tersebut. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.