Dark/Light Mode
Tantangan Global Umat Masa Depan (11)
Milenial: Hijrah Dari Religiousness Ke Religious -Mindedness
Tausiah Politik
Sebelumnya
Suasana batin pertama (religiousness) cenderung lebih tertutup dan di dalam sisi batinnya ada respek, paling tidak ada sikap mendua di dalam dirinya terhadap kelompok garis keras, karena ia memandang hidup ini hitam-putih, artinya kalau bukan putih pasti hitam atau sebaliknya. Suasana batin ini lebih berpotensi untuk berbenturan satu sama lain karena sudah ia harus tegas dan istiqamah terhadap keyakinan agama dianutnya. Orang lain yang tidak sefaham dirinya cenderung salah, karena ia merasa lebih sesuai dengan teks-teks ajaran agama.
Baca juga : Milenial: ``Agama Adalah Nuklir`` (2)
Suasana batin kedua (religious-mindedness) cenderung lebih terbuka dan tidak khawatir ke manapun dan di manapaun ia akan pergi serta apapun yang akan dikerjakan. Sepanjang tidak melanggar prinsip-prinsip ajaran agama maka sepanjang itu boleh dilakukan. Jalan hidup tidak hanya hitam-putih tetapi ada rona lain yang diperkenankan Tuhan. Hidup ini dirasakan seperti full colors, dan ia merasa diberikan otonomi ountuk berikhtiar memilih color hidup yang sesuai dengan kondisi real hidupnya.
Baca juga : Millenial: ``Agama Adalah Nuklir`` (1)
Kaum millenial lebih familiar dengan pola keagamaan religious-mindedness. Mereka menilai pola ini lebih relevan untuk ditegakkan, khususnya bagi mereka yang beragama Islam, yang memberikan otonomi dan kemerdekaan lebih luas kepada manusia. Semua yang tidak bertentangan dengan Islam itulah Islam, sebagaimana sabda Rasulullah: “Hikmah atau kebajikan ada di mana-mana, di manapun anda temukan ambillah karena itu milik Islam”.
Baca juga : Millenial: ``Agama Sahabat Tetapi Merepotkan``
Pola religious-mindednes sesungguhnyasecara substansi tidak terlalu jauh berbeda dengan pola religiousness, hanya imaj kaum muda menganggapnya secara sibolik dan formal berbeda. Mereka juga selalu ingin mempelajari agama tetapi tidak merasa digurui sebagaimana di dalam pola pendidikan madrasah. Mereka ingin hidup beragama dengan realistis sejalan dengan lingkungan pacu sehari-harinya. Oleh karena itu, kaum millenial perlu pendekatan dan dakwah khusus guna melahirkannya menjadi sosok agamawan yang coheren dengan perkembangan zamannya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.