Dark/Light Mode

Anies Baswedan, Andika Perkasa, Ganjar Pranowo

Minggu, 19 Juni 2022 07:59 WIB
Prof. Tjipta Lesmana
Prof. Tjipta Lesmana

 Sebelumnya 
Kelemahan Andika: ia minim pengalaman di pemerintahan dan politik; meskipun ia pandai, berpendidikan doktor dan MBA lulusan Amerika. Namun, sosok Andika – menurut hemat kami – sangat dibutuhkan ketika negara kita menghadapi ancaman radikalisme dan terorisme yang semakin memprihatinkan, kelompok-kelompok yang tampaknya bernafsu mengganti Pancasila dengan ideologi lain.

Jenderal Andika takkan pernah ragu “sikat” kelompok-kelompok radikal seperti ini jika mempunyai kerwenangan.

Tentu saja, Andika punya hubungan dekat dengan Presiden Jokowi, karena pernah menjabat Komandan Paspampres yang bertugas pokok menjaga keamanan Presiden dan keluarganya kapan pun, dan di mana pun.

Ganjar Pranowo

Baca juga : HTI, Khilafah Dan Pancasila

Ganjar kaya pengalaman dan pengetahuan di bidang pemerintahan serta politik; karena keanggotaannya selama bertahun-tahun di DPR-RI dan jabatan Gubernur Jawa Tengah hingga dua periode.

Di Jawa Tengah, ia super popular. Menurut survey SMRC belum lama ini, dari 3 “tokoh kuat” Calon Presiden 2024, Ganjar meraih hampir 60%, disusul oleh Prabowo 19,5% dan terakhir Anies Baswedan 13,2%.

Tapi ganjalan besar Ganjar adalah restu Ibu Megawati, karena statusnya sebagai kader PDIP. Dan Ganjar sudah bersuara pula: bahwa ia tidak dapat “izin” dari pimpinan PDIP untuk menyeberang ke parpol lain.

Beranikah Ganjar “nekad” menerima pinangan parpol lain? Atau dia tetap loyal pada PDIP entah sampai kapan pun?

Baca juga : Antara Subsidi Pertalite Dan Pupuk

Sayup-sayup terdengar bahwa Jokowi “suka” Ganjar. Ingat pidato Jokowi di depan massa relawan Jokowi belum lama berselang: jangan-jangan calon itu hadir juga di sini. Hadirin pun tertawa keras: bukankah yang dimaksud Jokowi adalah Ganjar Pranowo?

Yang terang, pertandingan politik Pilpres 2024 masih lama. Segala macam dinamika politik masih terbuka; peta politik pun masih berubah-ubah. Lagipula apakah para kandidat benar-benar memahami segudang permasalahan ekonomi, politik dan hukum di negara kita saat ini?

IMF baru saja memperingatkan Pemerintah Jokowi untuk menghentikan “cetak uang” (baca: terbitkan SUN), karena utang kita yang makin besar; dan tahun depan KPU membutuhkan Rp 1 triliun untuk mendanai Pemilu 2024; Dari mana pula dana sekitar 600 triliun untuk membiayai proyek raksasa IKN?

Tarif listrik sudah naik 17%, harga BBM bersubsidi sebentar lagi akan naik juga; tarif BPJS juga akan naik dengn kamuflase “BPJS standar”, BPJS yang non-kelas dan macam-macam permasalahan bangsa lagi.

Baca juga : Mengusir Duta Besar Singapura Dari Indonesia?

Apakah sosk-sosok politik yang didaulat jadi calon presiden kita pernah berpikir serius akan segudang permasalahan bangsa dan mencari solusinya? Saya khawatir, mereka tidak pernah berikhtiar. Yang penting, bagaimana memenangkan “pertempuran politik” dengan segala cara!! ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.