Dark/Light Mode

Momentum Geopolitik KTT Ke 43 ASEAN

Jumat, 1 September 2023 06:27 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

 Sebelumnya 
ASEAN telah mencapai status sebagai entitas yang kuat dan berpengaruh dalam konteks geopolitik dan geostrategi global. Sejak pembentukannya pada tahun 1967, ASEAN telah mengalami evolusi dari sekadar forum kerjasama regional menjadi kekuatan penting dalam membentuk dinamika politik, ekonomi, dan keamanan di kawasan Asia Tenggara –dan lebih jauh lagi.

Faktor kunci yang menjadikan ASEAN berperan dalam geopolitik dan geostrategi, antara lain, adalah prinsip dasarnya dalam non-blok dan netralitas. Di tengah persaingan kekuatan besar di Asia Tenggara, ASEAN berhasil menjaga netralitasnya, memungkinkannya berinteraksi dan berkolaborasi dengan semua pihak tanpa memihak. Pendekatan ini membuat ASEAN berperan sebagai mediator dan fasilitator dalam penyelesaian konflik serta membangun dialog antarnegara.

Baca juga : Geopolitik BRICS Peluang Indonesia Maju

Dari perspektif geostrategis, ASEAN menjadi daya tarik bagi negara-negara besar yang ingin memperkuat hubungan dengan kawasan Asia Tenggara. Kehadiran kekuatan global ­seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia dalam forum-dialog ASEAN menunjukkan betapa pentingnya peran ASEAN dalam geopolitik dunia. Negara-negara besar ini melihat ASEAN seba­gai platform untuk membangun kemitraan.

Selain itu, ASEAN berhasil membangun kerangka kerjasama yang kokoh di kawasan. Dengan dasar Prinsip-Prinsip Bandung dan Piagam ASEAN, negara-negara anggota berkomitmen untuk mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran. Ini membantu mengurangi ketegangan antarnegara dan mendorong kolaborasi di ber­bagai sektor, termasuk ekonomi, keamanan, dan pembangunan berkelanjutan.

Baca juga : Tri Sakti Dan Revolusi Mental: Indonesia Maju

Sejumlah keberhasilan ­ASEAN itu, jelaslah, terlihat pada penanganan perbedaan pandangan dan konflik di kawasan. ASEAN berhasil menciptakan Zona Bebas Nuklir di Asia Tenggara (SEANWFZ) dan mengupayakan Perjanjian Kerangka Kerja Kerjasama Laut China Selatan (DOC). Hal ini memastikan kemampuan ­ASEAN dalam memfasilitasi dialog dan meredakan ketegangan.

Dengan memprioritaskan keamanan, ekonomi yang kuat, lingkungan yang lestari, dan inovasi yang berkelanjutan, Indonesia dan ASEAN bersatu dalam menghadapi tantangan global dengan keyakinan dan tekad yang kukuh.

Baca juga : Mempertimbangkan Geopolitik Indonesia Di Aliansi BRICS

Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah mantan Dirjen Sospol Depdagri RI, Rektor IPDN, dan mantan Gubernur Lemhannas RI.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.