Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Sebelumnya
ASEAN telah mencapai status sebagai entitas yang kuat dan berpengaruh dalam konteks geopolitik dan geostrategi global. Sejak pembentukannya pada tahun 1967, ASEAN telah mengalami evolusi dari sekadar forum kerjasama regional menjadi kekuatan penting dalam membentuk dinamika politik, ekonomi, dan keamanan di kawasan Asia Tenggara –dan lebih jauh lagi.
Faktor kunci yang menjadikan ASEAN berperan dalam geopolitik dan geostrategi, antara lain, adalah prinsip dasarnya dalam non-blok dan netralitas. Di tengah persaingan kekuatan besar di Asia Tenggara, ASEAN berhasil menjaga netralitasnya, memungkinkannya berinteraksi dan berkolaborasi dengan semua pihak tanpa memihak. Pendekatan ini membuat ASEAN berperan sebagai mediator dan fasilitator dalam penyelesaian konflik serta membangun dialog antarnegara.
Baca juga : Geopolitik BRICS Peluang Indonesia Maju
Dari perspektif geostrategis, ASEAN menjadi daya tarik bagi negara-negara besar yang ingin memperkuat hubungan dengan kawasan Asia Tenggara. Kehadiran kekuatan global seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia dalam forum-dialog ASEAN menunjukkan betapa pentingnya peran ASEAN dalam geopolitik dunia. Negara-negara besar ini melihat ASEAN sebagai platform untuk membangun kemitraan.
Selain itu, ASEAN berhasil membangun kerangka kerjasama yang kokoh di kawasan. Dengan dasar Prinsip-Prinsip Bandung dan Piagam ASEAN, negara-negara anggota berkomitmen untuk mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran. Ini membantu mengurangi ketegangan antarnegara dan mendorong kolaborasi di berbagai sektor, termasuk ekonomi, keamanan, dan pembangunan berkelanjutan.
Baca juga : Tri Sakti Dan Revolusi Mental: Indonesia Maju
Sejumlah keberhasilan ASEAN itu, jelaslah, terlihat pada penanganan perbedaan pandangan dan konflik di kawasan. ASEAN berhasil menciptakan Zona Bebas Nuklir di Asia Tenggara (SEANWFZ) dan mengupayakan Perjanjian Kerangka Kerja Kerjasama Laut China Selatan (DOC). Hal ini memastikan kemampuan ASEAN dalam memfasilitasi dialog dan meredakan ketegangan.
Dengan memprioritaskan keamanan, ekonomi yang kuat, lingkungan yang lestari, dan inovasi yang berkelanjutan, Indonesia dan ASEAN bersatu dalam menghadapi tantangan global dengan keyakinan dan tekad yang kukuh.
Baca juga : Mempertimbangkan Geopolitik Indonesia Di Aliansi BRICS
Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah mantan Dirjen Sospol Depdagri RI, Rektor IPDN, dan mantan Gubernur Lemhannas RI.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya