Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Sebelumnya
Indonesia bukan hanya pemimpin di ASEAN, tetapi juga berperan penting dalam diplomasi global. Negara ini adalah salah satu pendiri Gerakan Non-Blok dan berperan aktif dalam Konferensi Asia-Afrika. Dalam hal perdamaian dan stabilitas global, Indonesia adalah anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Indonesia berada dalam posisi penting untuk mempengaruhi masa depan ASEAN dan dunia. Dengan populasi yang besar dan ekonomi yang terus tumbuh, negara ini memiliki potensi untuk menjadi pemimpin ekonomi dan politik yang semakin berpengaruh. Dengan kepemimpinan yang bijaksana dan komitmen terhadap kerja sama internasional, Indonesia memiliki potensi untuk membentuk masa depan yang lebih baik bagi kawasan dan dunia secara keseluruhan.
Baca juga : KTT Ke 43 ASEAN: Geostrategi Baru Di Era Endemi Covid-19
Di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, Indonesia memegang peran penting dalam diplomasi geopolitik saat ini –termasuk dalam konteks ASEAN dan global. Dunia melihat, Presiden Jokowi begitu aktif dalam diplomasi bilateral dan multilateral. Ia telah menjalin hubungan erat dengan berbagai negara besar seperti Tiongkok, Amerika Serikat, dan India.
Diplomasi regional memainkan peran besar dalam kebijakan luar negeri Jokowi. Dia telah bekerja keras untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Australia. Hubungan yang baik dengan negara-negara tetangga adalah penting dalam menjaga stabilitas regional dan menjalankan diplomasi geopolitik yang efektif.
Baca juga : Geopolitik Demokrasi Kata Hati: Menyerap Ideologi Pancasila
Kepiawai diplomasi ini juga yang menandai hadirnya pemimpin negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Tiongkok, maupun Rusia dalam perhelatan KTT ke-43 ASEAN di Jakarta yang baru usai. Selain itu, Indonesia juga membuktikan dirinya terlibat dalam berbagai forum multilateral seperti G20, di mana ia memainkan peran dalam membahas isu-isu geopolitik global.
Harus diakui, Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi, terus memperkuat peran Indonesia di forum internasional seperti PBB. Upaya ini mencerminkan optimistis Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam diplomasi geopolitik global, dan berkontribusi dalam berbagai isu global.
Baca juga : Momentum Geopolitik KTT Ke 43 ASEAN
Presiden Jokowi telah memainkan peran yang signifikan dalam diplomasi geopolitik dengan menekankan isu-isu seperti Poros Maritim Indonesia, kerja sama regional, pertumbuhan ekonomi, hubungan bilateral, dan partisipasi dalam organisasi internasional. Melalui upaya-upayanya ini, Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam geopolitik global.
Jalur-jalur yang dilalui Presiden Ketujuh Republik Indonesia ini, jauh sebelumnya telah dibuka jalannya oleh Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Proklamator bangsa besar ini, sangat signifikan dan sentral dalam sejarah Indonesia dan perannya dalam diplomasi internasional.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya