Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Sebelumnya
Juga Amerika Serikat adalah sekutu dekat Israel, dan memberikan dukungan militer dan diplomatik yang signifikan. Tentu saja ini memengaruhi cara negara-negara lain, termasuk Indonesia, berinteraksi dengan konflik ini. Maka Indonesia perlu mempertimbangkan hubungannya dengan Amerika Serikat dalam konteks konflik Palestina-Israel.
Selain itu Indonesia juga anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan berpartisipasi dalam forum internasional seperti Gerakan Non-Blok. Ini memberikan momentum bagi Indonesia untuk berbicara dan memengaruhi isu-isu geopolitik, termasuk konflik Palestina-Israel. Faktor ini memungkinkan Indonesia untuk menyuarakan perspektifnya dan mendukung resolusi PBB yang relevan.
Baca juga : ICMI DKI Harap Pemerintah Proaktif Redam Konflik Israel-Palestina
Dengan membaca semua itu, pada akhirnya, Indonesia menilai keseimbangan kekuasaan global memengaruhi sejauh mana negara-negara dapat memengaruhi konflik ini menuju perdamaian abadi terimplementasikan. Kekuatan besar seperti Rusia dan Tiongkok, yang juga memiliki kepentingan di wilayah ini, mengharuskan pula Indonesia, sebagai negara yang memegang kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif, mempertimbangkan implikasi keseimbangan kekuasaan dalam tindakan dan kebijakannya.
Faktor-faktor geopolitik tersebut saling terkait dan kompleks. Saling memengaruhi bagaimana Indonesia merespons dan terlibat dalam konflik Palestina-Israel. Dengan begitu keterlibatan geopolitik, adalah aspek penting dalam analisis dan pemahaman konflik ini di tingkat internasional yang selalu dibaca Indonesia.
Baca juga : Maverick Indonesia Umumkan 5 Partner Baru Perusahaan
Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah mantan Gubernur Lemhannas RI.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya