Dark/Light Mode

Teologi Lingkungan Hidup (53)

Belajar dari Kosmologi Hindu (1)

Rabu, 8 November 2023 05:25 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Tidak heran jika pengikut agama ini sering menyimbolkan Tuhan dengan benda-benda alam atau totem. Mereka menyalurkan gairah spiritual (spiritual desire) ­dengan cara melakukan upacara dan kebaktian kepada Tuhan yang di­simbolkan kepada benda-benda alam tertentu.

Sesungguhnya mereka tidak menyem­bah ­benda-benda alam itu tetapi lebih merupakan sarana dan media untuk meng­apresiasikan gairah spiritual yang merupakan ­naluri kemanusiaan. Dengan kata lain, benda-benda itu dianggap mewadahi atau menjelmakan Sang Dewa yang memiliki “kekuatan gaib”. Kekuatan gaib yang mengejawentah di dalam sebuah benda disebut sebagai Hierophany oleh Mircea Eliade dalam bukunya: The Sacred & The Profane, The Nature of Religion. Menurut Eliade, hampir semua agama mengenal dan mengakui keberadaan Hierophany dalam istilah yang berbeda.

Baca juga : Semua Benda Mempunyai Emosi: Burung (2)

Dalam agama Hindu dikenal adanya dualitas (vedanta) meskipun juga ada yang ridak mengakuinya dan hanya menga­kui ketunggalan Sang dewa (advedanta). Namun se­sungguhnya pada hakekatnya,  keduanya tidak berbeda apa­lagi bertentangan satu sama lain. Menurut Prof. S. Abhaya­nanda dalam History of Mysticixm, masih ada satu mazhab lagi yang menggabungkan antara keduaa mazhab di atas, yaitu mazhab Kapila.

Mazhab ini menggambarkan Tuhan sebagai The One in the Many dan The Many in the One. Mazhab ini mirip dengan apa yang digagas oleh Ibn ’Arabi ketika menelaskan keesaan wujud (al-Wahdah al-Wujud). Faham teologis ini mengingatkan kita dengan konsep Ahadiayh (The One and Only) dan Wahidiah (The Oneness), atau Einsof dan Sefirot dalam tradisi spiritual Yahudi (Kabbalah), dan Yang-Yin dalam tradisi kepercayaan Tiongkok Kuno.

Baca juga : Semua Benda Mempunyai Emosi: Burung

Interaksi manusia dan alam melahirkan perkembangan ­baru dalam hubungannya dengan menemukan Tuhan. Perkem­bangan selanjutnya manusia sudah mengindentifikasi ke­kuatan-kekuatan alam mana yang paling berpengaruh, lalu muncul faham animisme yang secara edvance mengambil puncak-puncak keuatan alam seba­gai obyek dan sekaligus media untuk menyalurkan kepuasan dan spiritual desire mereka.

Dari sinilah muncul faham Animisme yang menganggap alam ini memiliki keuatan-kekuatan magis yang dapat membantu manusia di dalam menyelesaikan masalahnya dan sekaligus untuk menyalurkan spiritual desire mereka.

Baca juga : Semua Benda Mempunyai Emosi: Ikan (2)

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu, 08 November 2023 dengan judul "Teologi Lingkungan Hidup (53), Belajar dari Kosmologi Hindu (1)"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.