Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pancasila Memperbaiki Satu Pandangan Dunia Berbasiskan Budaya dan Etika
Senin, 13 November 2023 06:38 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Sebelumnya
Dengan mengintegrasikan konsep ini dalam Pancasila, dapat menciptakan kerangka kerja yang berkelanjutan, menghormati keberagaman budaya, dan merangsang perkembangan positif di tingkat nasional maupun internasional. Maka dalam konteks globalisasi, konsep ini menjadi semakin penting karena menawarkan pendekatan yang berakar dalam kearifan lokal, sambil tetap memperhitungkan dinamika global.
Dalam menghadapi tantangan globalisasi, pendekatan berbasis etika Nusantara menunjukkan kekhasan dengan mengambil kebijaksanaan dari nilai-nilai lokal dan tradisi budaya di wilayah Nusantara. Hal ini membantu masyarakat untuk menjaga identitas dan kearifan lokal mereka, sambil berpartisipasi dalam lingkup global.
Konsep berbasis etika Nusantara dalam konteks globalisasi, juga menekankan inklusivitas dan adaptabilitas. Ini menciptakan ruang untuk kolaborasi internasional, yang bermanfaat dan saling menghormati, dan menciptakan pondasi yang solid untuk perbaikan dunia. Agar lebih harmonis dan berkelanjutan di tengah kompleksitas tantangan global saat ini.
Baca juga : Mewaspadai Paham Khilafah Masuk Lewat Pemilu
Maka di sini Pancasila mengukuhkan nilai-nilai lokal dan universal, yang keberlanjutannya menciptakan landasan bagi upaya mencari keseimbangan antara modernitas dan tradisi. Ini dapat membantu Indonesia mengelola dampak globalisasi dengan mempertahankan nilai-nilai khasnya tanpa mengisolasi diri dari kemajuan dan inovasi global.
Dalam konteks globalisasi pula hal ini membawa tantangan beragam, keberlanjutannya pula Pancasila berfungsi sebagai perekat persatuan bagi masyarakat Indonesia. Dengan ini Indonesia dapat memainkan peran yang lebih kuat dalam skenario global, membangun citra positif, dan berkontribusi pada tatanan dunia yang lebih damai dan adil.
Hal ini tidak bersifat tendensius, karena tidak mungkin melupakan kekuatan inklusif Pancasila dan Etika Nusantara. Sebagai nilai-nilai kearifan lokal, etika ini mencakup keragaman dan mengakui nilai-nilai universal. Dengan mempromosikan dialog antarbudaya, keberagaman budaya dan agama, Pancasila dan Etika Nusantara dapat memberikan landasan yang inklusif dan menyeluruh untuk memperbaiki dunia.
Baca juga : Kewaspadaan Geostrategi Menjelang Pemilu 2024
Pandangan ini bukanlah upaya untuk mengesampingkan pandangan lain, tetapi untuk menciptakan kesinambungan nilai antara lokal dan global. Lebih jauh, mendorong demokrasi yang berlandaskan konstitusi yang dilaksanakan oleh penegak hukum yang bermoral, berkemanusiaan dan tidak terpenetrasi oleh Kolosi korupsi maupun nepostisme,dan pembangunan berkelanjutan, kesejahteraan bersama, serta penguatan persatuan adalah tujuan yang saling mendukung dan mencerminkan semangat gotong royong, kerjasama global. Dengan menerapkan nilai-nilai ini secara konsisten, Indonesia dapat berperan sebagai agen positif dalam arena global, membuktikan bahwa nilai-nilai lokal dapat memiliki dampak global yang signifikan.
Dalam menghadapi kompleksitas tantangan global, terutama dalam konteks endemi, perubahan iklim, dan konflik nasional di bidang konstitusi dan hukum, serta keamanan nasional menjelang Pemilu 2024, maupun internasional, membangun dunia yang lebih baik bukanlah konsep yang tidak mungkin. Sebaliknya, Pancasila dan Etika, budaya Nusantara dapat menjadi panduan yang kuat, memberikan fondasi konstitusi maupun etika untuk memandu kebijaksanaan dan tindakan di tingkat nasional dan internasional.
Dengan demikian, dapat diargumentasikan bahwa memandang Pancasila memperbaiki dunia berbasis budaya dan Etika Nusantara bukanlah sekadar impian idealis. Sebaliknya, ini adalah panggilan untuk mengenali dan memanfaatkan karakter bangsa dan kearifan lokal sebagai kontribusi berharga bagi tatanan dunia yang lebih adil, berkelanjutan, dan harmonis. Dengan kerja keras, kolaborasi, dan komitmen global, konsep ini dapat menjadi kenyataan yang mewarnai dinamika dunia yang semakin terkoneksi ini.
Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah mantan Gubernur Lemhannas RI dan mantan Direktur Jenderal Sosial Politik Depdagri RI.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya