Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Peran Politik Santri Dalam Lintasan Sejarah (2)
Lingkungan Pacu Santri (2)
Minggu, 1 Agustus 2021 06:00 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Pasca revolusi fisik, semangat kaum santri mempertahankan dan membangun negara tidak mengendur. Setelah tidak ada lagi perang, kecintaan mereka pada negara disalurkan melalui jalur politik dan pemerintahan. Seperti ditegaskan KH Wahab Hasbullah, bahwa dalam alam kemerdekaan diperlukan tenaga-tenaga muslim yang mampu menjalankan roda pemerintahan agar tidak dikuasai lawan.
Baca juga : Lingkungan Pacu Santri (1)
Perjuangan politik pesantren terus berlanjut hingga 1983. Dalam Muktamar NU ke-27 di PP Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, ditetapkan bahwa NU kembali ke Khittah 1926. Hal ini berarti politik pesantren tidak lagi dititikberatkan pada politik praktis (melalui partai-partai politik), melainkan lebih diorientasikan pada aspek sosial-keagamaan.
Baca juga : KPK Cecar Keikutsertaan Pejabat Sarana Jaya Dalam Tim Investasi Tanah Munjul
Penekanan orientasi tersebut, dijabarkan dalam bentuk kegiatan dakwah, pengajaran dan pendidikan, baik formal maupun informal. Terutama dalam dakwah bil hal yang selama ini banyak dirintis para Kiyai dan santrinya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya