Dark/Light Mode

Bentuk-bentuk Penistaan (2)

Kamis, 30 September 2021 06:16 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - “Ujaran kebencian sebagaimana dimak­sud di atas, bertujuan untuk menghasut dan menyulut kebencian terhadap individu dan atau kelompok masyarakat dalam ber­bagai komunitas yang dibedakan dari aspek : 1) Suku. 2) Agama. 3) Aliran Keagamaan. 4) Keyakinan atau kepercayaan. 5) Ras. 6)Antargolongan. 7) Warna kulit. 8)Etnis. 9) Gender. 10) Kaum difabel. 11) Orientasi seksual.

Berita Terkait : Bentuk-bentuk Penistaan

Bahkan Surat Edaran ini lebih terinci sampai kepada media pengungkapan HS, sebagaimana bisa dilihat pada hu­ruf (h), yaitu: 1) Dalam orasi kegiatan kampanye. 2) Spanduk atau banner. 3) Jejaring media social. 4) Penyampaian pendapat di muka umum (demonstrasi). 5) Ceramah keagamaan. 6) Media mas­sa cetak atau elektronik. 7) Pamflet.

Berita Terkait : Menayangkan Wajah Nabi (2)

Dari pengertian operasional dan bahasa teknis dalam Surat Edaran Kapolri terse­but di atas bisa menjelaskan banyak hal yang selama ini masih abal-abal. Aparat hukum, khususnya aparat kepolisian bisa bekerja dengan tegas dengan dikeluarkan­nya Surat Edaran ini. Aparat kepolisian selama ini terkadang lebih banyak menjadi penonton di dalam menyaksikan sebuah orasi yang sesungguhnya sangat berpo­tensi menyulut emosi massa. Namun pihak kepolisian juga akan berhadapan ancaman yang tidak ringan manakala salah tangkap. Dalam praperadilan ang­gota polisi sering kali dikalahkan.
 Selanjutnya