Dark/Light Mode
- Resmi Jadi WNI, Mitchell Baker Siap Perkuat Timnas Indonesia
- Inggris Vs Argentina, Duel Mental Juara Menuju Final Piala Dunia 2026
- 3 Pemimpin Dunia Berkunjung Dalam Sepekan, Qodari: Bukti RI Makin Dipercaya
- Pelita Harapan Group Perluas Jaringan Ekosistem Pendidikan Di Bandung
- Purbaya: Rating BBB Dari S&P Buktikan Sentimen Negatif RI Tak Terbukti
Tausiah Politik
Sebelumnya
Berbeda di PP, para santri di malam hari tetap mendapatkan pembinaan dan pengawasan secara efektif, bahkan tempatnya di mesjid. Setiap sehabis magrib sampai Isya dan setiap sehabis Salat Subuh, para santri mendapatkan pembinaan khusus oleh kiyai atau guru yang lebih senior dalam bentuk memberikan pengajian kitab kuning (kk). Materi pengajian kk umumnya berisi pengembangan karakter dan kepribadian. di siang hari, para santri mengikuti pendidikan yang terstruktur melalui panduan kurikulum nasional dan lokal.
Baca juga : Urgensi Keberadaan Pondok Pesantren (1)
Pendidikan karakter tidak muncul hanya di dalam satu atau dua mata pelajaran khusus, tetapi terintegrasi di dalam berbagai mata pelajaran. Pengajarnya pun bukan secara khusus dipegang oleh seorang guru, tetapi semua guru menjadi pembentuk karakter di PP.
Baca juga : Meneguhkan Budaya Di Balik Bahasa (2)
Seluruh guru (asatidz) memiliki kode etik tertulis dan tidak tertulis yang harus di jalani di PP. Antara lain para guru harus kemana-mana dengan menutup aurat dan memelihara muru’ah atau akhlak muliah di berbagai kesempatan.(*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.