Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Memprediksi Prabowo Bakal Kalah di MK, Salah Seorang Jubir BPN Jadi Omongan
Faldo Maldini : Teman Nyatakan Yang Benar, Meski Pahit...
Rabu, 19 Juni 2019 09:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Salah seorang Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Faldo Maldini lagi jadi omongan. Baru-baru ini, Faldo membuat video yang diunggah di Youtube pribadinya. Intinya, politikus muda PAN itu memprediksi pasangan Prabowo-Sandiaga Uno bakal kalah di sidang MK.
“Di video ini, gua akan menjelaskan tentang peluang Pak Prabowo di MK. Menurut gua, Pak Prabowo-Sandi nggak akan menang di MK,” kata Faldo mengawali videonya. Sejatinya, obrolan-obrolan khas dunia politik, mulai dari kelanjutan koalisi, negosiasi soal jatah menteri, hingga perpindahan person dari satu kubu ke kubu lainnya, merupakan hal yang sudah umum terjadi.
Meski kerap terjadi yang namanya “berubah hati”, panggung politik tetap menarik dan menggelitik untuk disimak. Apalagi, ketika yang berubah hati adalah sosok muda, vokal, dan terkesan siap menantang dunia seperti Wasekjen PAN tersebut. Bagaimana penjelasan Faldo dan tanggapan BPN mengenai hal ini. Berikut wawancaranya.
Baca juga : USMAN KANSONG : Polisi Bukan Cuma Mendengar Bantahan
Atas dasar apa Anda membuat vlog yang terkesan tidak percaya paslon 02 memenangi gugatan di Mahkamah Konstitusi?
Ada satu hal yang perlu diingat dan mesti dicatat baik-baik. Teman yang baik adalah orang yang selalu menyatakan yang benar, walaupun itu pahit.
Legal formalnya bagaimana?
Kalau kita bicara secara kuantitatif, kekalahan Prabowo-Sandi itu sekitar 17 juta suara. Dalam hal ini untuk membuktikan adanya kecurangan itu, setidaknya harus bisa membuktikan 50 persen lebih dari 17 juta itu. Dari 17 juta kemudian 50 persen, dibagi dua saja.
Misalnya membutuhkan berapa suara?
Misalnya membutuhkan 8,5 juta. Berarti, setidaknya butuh 9 juta ada potensi kecurangan dalam hasil penghitungan. Hal ini yang perlu dibuktikan dengan C1 asli yang dimiliki oleh saksi.
Baca juga : ADE IRFAN PULUNGAN : Status Maruf Amin Bukan Kewenangan MK
Itu dari berapa TPS?
Untuk mendapatkan 9 juta suara itu, kita bagi rata misalnya per TPS. Di pemilu kemarin maksimal satu TPS itu 250 suara. Nah, untuk mem-buktikan 250 suara ini, Prabowo- Sandi katakanlah menang. Lalu kita bagi saja 9 juta dibagi 250. Jumlahnya sekitar 30 ribu-an atau 36 ribu TPS yang dibutuhkan Prabowo-Sandi menang 100 persen. Itu 36 ribu TPS, sementara total TPS di Indonesia ada 800 ribu. Itu pun kalau Prabowo- Sandi menangnya 100 persen.
Harus menang 100 persen di 36 ribu TPS?
Maksud saya 250 orang memilih Prabowo, 0 Jokowi, itu mesti terjadi di 36 ribu TPS. Bayangkan misalnya menangnya tidak 100 persen, berarti TPS-nya harus di atas 36 ribu dong. Kalau Pak Prabowo-Sandi misalnya menang hanya 50 persen di 36 ribu, maka ada penjumlahan jumlah TPS yang dibutuhkan C1-nya gitu. Alhasil, semakin kecil kemenangan Prabowo-Sandi, maka semakin banyak jumlah TPS yang dibutuhkan.
Asumsi Anda bagaimana?
Asumsi saya, Prabowo-Sandi menangnya mungkin masyarakat membayangkan sekitar 5 atau 10 persen. Artinya bisa ratusan ribu TPS yang kita butuhkan untuk pemungutan suara ulang. Katakanlah 200 ribu TPS, dan yang dibutuhkan TPS-nya itu seperempat dari total TPS. Itu Se-Pulau Jawa TPS-nya dikumpulkan. Sepertinya, jumlahnya segitu. Jadi untuk membuktikan 200 ribu TPS, C1-nya itu berat banget.
Baca juga : Denny Indrayana : Kami Menemukan Persoalan Yang Prinsipil
Apa Anda menilai Pilpres sudah selesai dan dimenangkan 01?
Belum, Mas. Di video itu saya mengatakan, menang pemilu bukan menang gugatan. Menang gugatan bukan berarti menang pemilu. Masih panjang prosesnya jika gugatan diterima. Simpan tenaga, lalu atensi publik untuk mengawal demokrasi kita.
Sebagai Jubir 02, apa Anda menilai kecurangan di Pilpres 2019 benar-benar terjadi?
Liga bola saja ada kecurangan di seluruh dunia. Apalagi, pemilu yang menyangkut kepentingan banyak orang. Nah, poin saya adalah, marilah walau ada kecurangan di mana-mana, kita harus tetap rasional mengawal proses ini. Siapapun yang menang punya pekerjaan rumah besar, mengembalikan kepercayaan publik. Saya pribadi tentunya yakin, Pak prabowo mampu untuk menyelesaikan persoalan ini bila dilantik (jadi Presiden).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya