Dark/Light Mode

Ganjil-Genap Akan Diberlakukan Musim Mudik Lebaran Tahun Ini?

BAMBANG PRIHARTONO : Masih Dibahas, Pekan Ini Akan Kita Putuskan

Rabu, 8 Mei 2019 10:48 WIB
Ganjil-Genap Akan Diberlakukan Musim Mudik Lebaran Tahun Ini? BAMBANG PRIHARTONO : Masih Dibahas, Pekan Ini Akan Kita Putuskan

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mewacanakan penerapan pelat ganjil genap di dalam tol saat mudik Lebaran 2019 untuk mengurangi kepadatan arus kendaraan.

“Mudik kali ini, kami prediksi lebih baik dari tahun lalu. Meski demikian, kami juga harus memikirkan beberapa pemikiran karena dengan adanya tol Jakarta-Surabaya, ekspektasi masyarakat menggunakan jalan tol pasti meningkat,”katanya.

Budi pun menjelaskan lebih rinci, ruas tol mana saja yang akan diberlakukan sistem ganjil genap ini. Ia menambahkan, jika tidak diwaspadai, maka meningkatnya volume jalan raya, bisa menjadi bumerang di beberapa titik rawan kemacetan. “Karena itu, kami rapat terbatas dengan Presiden.

Presiden menyarankan kepada kami dua hal, yaitu bagaimana memberdayakan jalur lama dan memberdayakan rest area sebagai pusat ekonomi masyarakat, terutama UKM,” cerita Budi.

Terkait hal itu, pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan Kepolisian. “Bisa saja minggu depan sosialisasi agar masyarakat tahu lebih awal, mengenai penerapan ganjil genap selama arus mudik,” ucapnya.

Budi menambahkan, penerapan yang mungkin akan dilakukan, misalnya Senin khusus plat nomor ganjil yang diperbolehkan melintasi jalan tol, sedangkan plat nomor genap harus melewati jalan biasa.

Baca juga : Anies: Jangan Direndahkan, Mereka Saudara Kita Juga

“Selasa kebalikannya, begitu seterusnya. Dengan ini, maka volume dapat terkelola dengan baik. Kami akan koordinasi dengan Kepolisian dan Pemda,” ujarnya.

Untuk membahas persiapan mudik Lebaran, Rakyat Merdeka mewawancarai Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Kemenhub Bambang Prihartono dan ditanggapi Wakil Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo. Berikut wawancaranya.

Bagaimana persiapan pemerintah untuk mudik tahun ini? 
Bapak Menteri sudah mempersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Bahkan sebelum Pilpres, kita sudah mulai. Kenapa demikian, karena mudik kali ini diantisipasi akan meningkat lumayan. 

Apa penyebab meningkatnya jumlah pemudik? 
Pertama, jalan tol sudah terhubung sampai ke Surabaya. Ini meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan mobil. Kemudian, melalui udara tiketnya sedang mahal.

Sehingga, kedua penyebab inilah yang kita prediksi menyebabkan mudik tahun ini melalui darat akan meningkatkan signifikan. Apalagi dengan adanya mudik gratis, orang cenderung menggunakan transportasi darat. 

Terus kesiapannya bagaimana? 
Nah, kita berpikir perlu ada terobosan-terobosan, karena kalau tak ada terobosan, beban tol Japeknya luar biasa. Apalagi janji saya tahun lalu, harapannya tol elevated itu bisa dioperasikan, ternyata belum bisa juga, jadi saya minta maaf. 

Baca juga : DAHNIL ANZAR SIMANJUNTAK : Lebih Baik Bentuk Tim Pencari Fakta

Kenapa belum siap? 
Proyek pengerjaan ini, tidak boleh menghambat lalu lintas. Proyek harus jalan, lalu lintas tak boleh berhenti. Jadi, itulah yang menghambat. Oleh karena itu, dengan kondisi seperti itu, kita perlu terobosan. 

Terobosannya apa saja. Seperti yang diwacanakan Menhub? 
Ya, adanya ganjil genap, sistem satu arah, dan itu sedang kita bahas. Pekan ini akan kita putuskan. Kira-kira apa mekanismenya. Kenapa minggu ini kita selesaikan. Karena, kita jauh-jauh hari harus sosialisaikan kepada masyarakat. 

Mengenai kesiapan pihak-pihak terkait bagaimana? 
Untuk teknis di lapangan, memang sedang kita siapkan. Karena, ini menyangkut arus “bah” mulai dari Jabodetabek, masuk ke Jawa Barat, Jawa Tengah hingga ke Jawa Timur. Jadi, mesti ada koordinasi di lintas Pemerintah Daerah, antara Polres, Dishub. Karena kalau koordinasinya tak baik, akan terjadi hambatan lalu lintas. 

Misalnya? 
Contoh, seandainya Pemprov Jawa Barat tidak mampu mengatur arus bah dari Jabodetabek, tentu akan menjadi hambatan. Nanti Jawa Tengah juga demikian, karena ini akan menerusi hingga ke Jawa Timur. Oleh karena itu harus ada koordinasi teknis dan pak Menhub sudah melakukan itu. Kita sudah rakor di Jawa Tengah dan hari ini (kemarin) kita rakor di Bandung. 

Untuk penerapan sistem ganjil genap ini, sudah sampai tahap mana pembahasannya? 
Sebelum kita bicara ganjil genap, kita memikirkan arus mudik Lebaran ini menjadi momentum, namun tidak hanya silaturahmi, tetapi untuk meningkatkan ekonomi lokal juga. Ini kan setahun sekali.

Jadi, masyarakat bisa merasakan manfaatnya dengan adanya mudik Lebaran. Nah, kalau tidak diatur lalu lintasnya, masyarakat yang cenderung menggunakan jalan tol, cukup tinggi. 

Baca juga : ADE IRFAN PULUNGAN : Kami Terima 25 Ribu Laporan Kecurangan

Artinya apa? 
Jalur Pantura yang non tol, dimana di jalur itu terjadi aktivitas ekonomi lokal, tidak akan tumbuh atau tidak akan terjadi. Nah, pesan ganjil genap seperti itu, supaya ekonomi di non tol juga tumbuh. Tidak sekadar mengatur bobot kendaraan yang lewat jalan tol dan non tol itu harus seimbang.

Semuanya menjadi pertimbangan. Jadi, tidak hanya bicara lalu lintas semata. Kalau bicara lalu lintas saja, kita tak terlalu pusing, ya sudah, lewat jalan tol selesai kan. 

Tetapi, jalan non tol di pulau Jawa biasanya dipadati kendaraan roda dua? 
Penggunaan sepeda motor, sejak awal tidak kita sarankan untuk mudik. Kita adakan mudik gratis, bahkan mudik gratisnya itu mereka boleh bawa motornya. Itu saran pemerintah, tetapi kalau masyarakat masih bersikeras, ya silakan saja. Hanya kita harus antisipasi oleh petugas di lapangan, oleh pemotor-pemotor tersebut. 

Apa harapannya? 
Harapan kita, sudah berkurang yang menggunakan motor dengan berbagai kebijakan yang kita ambil. Kalau mereka pakai motor, kita tidak bisa menjamin keselamatan mereka. Semua kita jagai, pemotor kita jagai, dan ekonomi masyarakat juga harus tumbuh. Masyarakat juga harus lancar mudik sampai kampung halaman dan sampai kembali ke rumah. 

Untuk jalur Tol Cikampek, apakah proyeknya akan diberhentikan saat musim mudik? 
Iya, kalau perlu, jauh-jauh hari kita stop. Misal seminggu lebih. Sekarang mereka sedang bersiap untuk antisipasi penyetopan proyek tersebut. 

Kapan target pembahasannya? 
Pekan ini akan diputuskan, masih dibahas bapak Dirjen Perhubungan Darat. [NNM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.