Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Spanyol Vs Uruguay, Kena Kartu Kuning Lagi, Pedri Out..!
- Kaesang Hadiri Rakorda PSI Mesuji, Saksikan Pelantikan Pengurus
- UNDIRA Gelar Pameran Fotografi 'Lens of Humanity', Tampilkan Karya 54 Mahasiswa
- Gelombang Anti-Imigran Di Afrika Selatan Memasuki Babak Baru
- IHSG Anjlok 2,73 Persen pada Sesi I, Tertekan Bursa Asia
Transaura, Alat Penerjemah Bahasa Isyarat Karya Mahasiswa UI
Minggu, 6 Februari 2022 22:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Minimnya alat penerjemahan bahasa isyarat bagi masyarakat umum membuat tiga mahasiswa Universitas Indonesia (UI) berinisiatif merancang alat bantu. Memanfaatkan teknologi TensorFlow dan Raspberry Pi, mereka menciptakan alat penerjemah bahasa isyarat dengan nama Transaura.
Tim Transaura terdiri dari Daffa Fairuzaufa Athallah Raharjo (Fakultas Teknik UI, 2020), Aine Shahnaz Tjandraatmadja (Fakultas Ilmu Keperawatan UI, 2020), dan Almaz Scarletta Tjakrashafanti (Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI, 2018).
Tiga mahasiswa UI yang menciptakan alat penerjemah bahasa isyarat. (Dari kiri) Almaz Scarletta, Daffa Fairuzaufa dan Aine Shahnaz. (Foto Humas UI)
Baca juga : IndiHome Permudah Masyarakat Berlangganan
Pencetus ide Transaura, Daffa, menuturkan, orang yang tuli, lulus dari Sekolah Luar Biasa (SLB) banyak yang mengalami kesulitan dalam proses pencarian kerja maupun kesulitan dalam mengakses berbagai sarana publik.
"Pengembangan Transaura diharapkan mampu memudahkan komunikasi dua arah," kata Daffa, dalam keterangannya, kemarin.
Baca juga : Pastikan Aman Dan Efektif, Pemerintah Ajak Masyarakat Vaksinasi Booster
Apalagi desain Transaura berbentuk portable box. Sehingga bisa ditaruh di mana saja. Alat ini memiliki dua sisi. Sisi pertama untuk teman tuna rungu dan sisi lainnya untuk teman dengar.
Pakar Image Processing yang membimbing ketiga mahasiswa tersebut, Dodi Sudiana, mengatakan, kurangnya akses pada penerjemahan bahasa isyarat menimbulkan isu sosial terhadap penyandang disabilitas.
Baca juga : Transparan, Timsel Komisioner KPU & Bawaslu Diapresiasi
"Seperti kesenjangan pendidikan, ketidaksetaraan kesempatan kerja, dan inklusi partisipasi sosial. Karena itu dibuatlah teknologi Transaura dengan menggunakan TensorFlow untuk machine learning dan Raspberry Pi untuk deteksi objek," kata Dodi yang juga dosen Teknik Elektro UI.
Cara Kerja Transaura
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya