Dewan Pers

Dark/Light Mode

Alkes RSUD DKI Kudu Di-Upgrade

Mau Operasi Jantung, Warga Antre 6 Bulan

Kamis, 24 November 2022 07:30 WIB
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Merry Hotma berbicara dalam rapat komisi bersama dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, beberapa hari lalu. (ANTARA/HO-DPRD DKI Jakarta).
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Merry Hotma berbicara dalam rapat komisi bersama dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, beberapa hari lalu. (ANTARA/HO-DPRD DKI Jakarta).

RM.id  Rakyat Merdeka - Jumlah dan kualitas alat kesehatan (alkes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Jakarta, kurang memadai. Akibatnya, layanan kesehatan yang diberikan untuk masyarakat, tidak maksimal.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) meningkatkan mutu alat kesehatan. Khususnya yang digunakan untuk pasien penyakit kritis seperti stroke, jantung dan paru.

Sebab, banyak RSUD di Jakarta kekurangan alkes. Tak hanya itu, kualitasnya juga sudah ketinggalan zaman. Akibatnya banyak warga Ibu Kota kesulitan mendapatkan layanan kesehatan yang optimal.

Berita Terkait : Program PATEN Milik KIB Kudu Menyentuh Ke Jantung Rakyat

Anggota Komisi E DPRD DKI, Merry Hotma mengatakan, peningkatan mutu alkes sangat diperlukan demi meningkatkan layanan kesehatan.

“Layanan rumah sakit ini sudah baik. Agar lebih baik lagi, maka diperlukan alkes yang memadai dan lebih canggih. Kami tidak mau ada warga yang harus menunggu untuk melakukan tindakan karena alat yang terbatas,” katanya di Jakarta, Senin (21/11).

Dia mengungkapkan, banyak warga yang mengeluh lambatnya penanganan untuk tindakan medis akibat alkes tidak memadai.

Berita Terkait : Mantan Anggota KPU Wafat

“Ada warga yang mau operasi jantung harus mengantre enam bulan. Kami tidak mau ada warga yang menunggu terlalu lama untuk tindakan medis,” ujarnya.

Merry menilai, kualitas alkes di sejumlah RSUD masih kurang memadai. Oleh sebab itu, pihaknya meminta Dinkes DKI untuk memperbarui alkes melalui anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dia mencontohkan, alat pemeriksaan radiologi diagnostic Magnetic Resonance Imaging (MRI) di RSUD Tarakan yang masih menggunakan MRI tipe lama, yakni 1,5 tesla. Alat tersebut seharusnya sudah harus diganti dengan alat MRI dengan tipe 3 tesla skyra.

“Kami setuju anggaran untuk meng-upgrade alat kesehatan di RSUD. Warga layak untuk mendapat pelayanan yang baik dari alat kesehatan yang modern,” imbuhnya.

Berita Terkait : Masyarakat Jangan Euforia Berlebihan

Anggota Komisi E lainnya, Yudha Permana juga mendorong Dinkes DKI segera mengalokasikan anggaran untuk pengadaan alat kesehatan yang lebih canggih. Salah satunya Positron Emission Tomography (PET Scan), alat untuk mendiagnosis kanker.
 Selanjutnya