Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Pada 2022, diungkap Isnawa, Jakarta mengalami efek guncangan gempa sebanyak 27 kali. Semua titik koordinat gempa tersebut ada di luar Jakarta. Disebutkannya, di Jakarta terdapat lebih dari 2.000 bangunan bertingkat. Mulai dari tingkat empat sampai dengan yang lebih tinggi.
“Konstruksi tahan gempa mungkin sudah dioptimalkan di bangunan yang lebih tinggi. Tetapi rumah-rumah, bangunan-bangunan di bawah empat lantai, banyak tidak memadai,” ujarnya.
Belajar dari pengalaman gempa Turki, evakuasi korban berkejaran dengan waktu. Karenanya, dibutuhkan peralatan berteknologi canggih untuk mempercepat evakuasi dan meminimalisir korban. Misalnya alat pendeteksi panas suhu tubuh manusia, searching kamera untuk menemukan korban di antara reruntuhan, termasuk breaker untuk menjebol beton reruntuhan.
Baca juga : Kadinkes Lampung Reihana Bantah Sembunyikan 5 Rekening
Berkaca dari kejadian tersebut, kata Isnawa, Jakarta perlu peralatan yang canggih dan cepat dalam menangani korban. “Saya mengusulkan walaupun tidak di BPBD, bisa juga di SKPD(Satuan Kerja Perangkat Daerah) lain. Yang penting Jakarta punya peralatan itu,” ungkapnya.
Akhir bulan lalu, Dinas Gulkarmat DKI Jakarta mengukuhkan Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kebakaran di Kelurahan. Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengatakan, 267 personel Satgas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kelurahan ini akan disiagakan di seluruh kelurahan di Jakarta.
Dia menjelaskan, pengukuhan tersebut dilaksanakan berlandaskan pada Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) Dinas Gulkarmat yang tertuang dalam Pergub Nomor 57 tahun 2022.
Baca juga : Bamsoet Dukung Rencana Prabowo Perkuat 3 Matra Militer
Satriadi menuturkan, Satgas Kelurahan ini merupakan salah satu bagian dari perputaran roda organisasi yang bertujuan untuk pembinaan, pemantapan kapasitas kelembagaan serta pengembangan karier sebagai aparatur sipil negara.
“Untuk itu saya berharap Satgas Kelurahan dapat menunjukkan dedikasi dan loyalitas di manapun bertugas. Kerahkan kemampuan dan laksanakan tugas dengan baik,” tegas Satriadi.
Untuk mengantisipasi dan meminimalisir kerugian materil maupun immateril dari dampak bencana, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mendorong Pemprov DKI Jakarta memanfaatkan teknologi. Ketua Komisi A, Mujiyono meminta, agar pengadaan teknologi tersebut dimasukkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2024 mendatang.
Baca juga : Makin Banyak Dana Desa, Kemakmuran Makin Cepat Terwujud
Diungkap Mujiono, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) daerah Jakarta Selatan dan Timur dilintasi lempeng bumi yang bergerak. Oleh sebab itu, BPBDharus sudah menyiapkan skenario sejak dini sebagai bentuk upaya mitigasi. “Kami minta diantisipasi dengan memperkuat early warning system,” ujarnya.
Menurut Mujiyono, selain BPBD, SKPDlain seperti Dinas Sosial perlu mengkaji dampak terburuk pasca terjadinya bencana.
“Jakarta ini kota besar. Sangat disayangkan kalau nggak ada persiapan,” tegasnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya