Dark/Light Mode

Sehari Disemprot Disinfektan 3 Kali

DPRD : Masyarakat Jangan Takut Naik MRT

Rabu, 22 Juli 2020 07:37 WIB
Seorang penumpang MRT sedang menggunakan hand sanitizer yang disediakan di stasiun Bundaran HI. (Foto : Rakyat Merdeka/Putu Wahyu Rama)
Seorang penumpang MRT sedang menggunakan hand sanitizer yang disediakan di stasiun Bundaran HI. (Foto : Rakyat Merdeka/Putu Wahyu Rama)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penerapan protokol kesehatan di Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta tetap dilaksanakan secara konsisten. Sedikit pun tidak pernah kendor meski penumpang terus meningkat.

Jika terjadi lonjakan penumpang di stasiun, sudah disiapkan strategi alur antrean masuk dan keluar kereta, sehingga tetap terjaga jaga jarak.

Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta (Perseroda), Muhammad Effendi mengungkapkan, awal Juni 2020, jumlah penumpang masih di bawah lima ribu orang per hari. Sedangkan 30 Juni, sudah meningkat mencapai 20.793 orang per hari.

Baca Juga : Pesantren Jangan Ditinggal Sendirian

Pada 1 Juli, sudah mencapai 21.478 orang menggunakan MRT. Sesuai protokol kesehatan, lanjutnya, jumlah penumpang maksimal yang bisa diangkut sebanyak 70 ribu orang per hari. Jika jumlahnya di atas 70 ribu, maka akan ditambah waktu sibuk menjadi tiga jam di pagi dan sore.

Saat pandemi corona ini, jam sibuk di MRT Jakarta hanya dua jam di pagi, yaitu pukul 07.00 hingga 09.00. Kemudian dua jam di sore, yaitu 17.00 hingga 19.00. Selama jam sibuk ini, selang waktu keberangkatan antarkereta setiap lima menit.

“Walau jumlah penumpang terus melonjak, penerapan protokol kesehatan tidak akan dikendorkan. Pengecekan suhu tubuh, pemasangan rambu jaga jarak di stasiun dan kereta, sosialisasi berkala melalui pengumuman langsung maupun melalui media sosial, serta disinfeksi area stasiun dan kereta, selalu diterapkan sejak awal kasus Covid-19,” jelas Effendi.

Baca Juga : Kehadiran Partai Lokal Tak Perlu Dikhawatirkan

Diungkapkannya, setiap penumpang dan karyawan yang masuk ke kawasan stasiun, wajib menggunakan masker, menyanitasi tangan, dan mendorong transaksi nontunai, baik melalui kartu maupun kode QR.

“Di masa pandemi ini, penerapan protokol kesehatan dan keselamatan kerja menjadi perhatian penting bagi setiap pihak penyelenggara kerja di manapun,” ungkap Effendi, di Jakarta, kemarin.

Pihaknya konsisten menerapkan aspek kesehatan dan keselamatan kerja di MRT Jakarta yang telah dilaksanakan dengan baik sejak tahap perencanaan, pembangunan, dan pengoperasian saat ini.

Baca Juga : Luhut Mau Sulap Sampah Jadi Energi Terbarukan

Selain itu, lanjutnya, penerapan protokol BANGKIT (Bersih, Aman, Nyaman, Go Green, Kolaborasi, Inovasi, dan Tata kelola yang baik) wajib dipatuhi oleh setiap pengguna jasa dan petugas/personel di MRT Jakarta.
 Selanjutnya