Dark/Light Mode

Sulit Physical Distancing, Lomba Panjat Pinang Sebaiknya Ditiadakan

Sabtu, 8 Agustus 2020 14:49 WIB
Lomba panjat pinang di Kalimalang, Jakarta Timur yang menjadi kemeriahan tersendiri di momen 17 Agustus. (Foto: Istimewa)
Lomba panjat pinang di Kalimalang, Jakarta Timur yang menjadi kemeriahan tersendiri di momen 17 Agustus. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta  kini tengah mengkaji lomba apa saja yang boleh dilakukan, terkait peringatan HUT RI pada 17 Agustus mendatang. 

Jangan sampai, pelaksanaan lomba tersebut malah memunculkan klaster penyebaran Covid-19 yang baru. 

Baca Juga : Pesantren dan Madrasah Boleh Gelar Pembelajaran Tatap Muka, Asal Penuhi 4 Syarat Ini

"Tentu kita akan kaji jenis lomba apa saja yang boleh dilakukan. Nanti sebelum pelaksanaan 17-an,  ada kebijakan yang kami keluarkan," kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin, di Jakarta, Sabtu (8/8).

"Kita akan lihat jenis kegiatannya. Kalau aspek kesehatannya tidak membahayakan dan tidak menyebabkan penularan, ya boleh-boleh saja," imbuhnya.

Baca Juga : Tips Jaga Kesehatan Gigi Anak Berkebutuhan Khusus di Masa Pandemi

Mengenai lomba panjat pinang, Arifin mengatakan lomba khas 17 Agustusan itu tampaknya akan sulit dilaksanakan. Mengingat intensitas kontak antar orang dalam lomba tersebut terbilang tinggi.

"Panjat pinang agak sulit ya. Susah kita pasang maskernya. Orang manjat beramai-ramai juga saling bersentuhan. Jadi sebaiknya, saran saya,  tidak ada kegiatan yang berkaitan dengan panjat pinang," kata Arifin.

Baca Juga : Mendikbud: Kalau Orangtua Tak Setuju, Nggak Bisa Dipaksa

Jika pun ada yang membandel ingin menggelar panjat pinang, Arifin menambahkan masih ada waktu untuk sadar dan berubah pikiran, agar tidak melaksanakan kegiatan yang sangat berpotensi terhadap penularan tersebut.

"Ya sekali lagi kami sampaikan, masih ada waktu untuk mengedukasi. Masih ada waktu untuk mengingatkan agar kegiatan atau aktivitas warga yang berpotensi terjadi penularan, sebaiknya ditiadakan," paparnya. [FAQ]