Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Kasus Dugaan Investasi Bodong
Hakim Ingatkan Jaksa Jangan Asal Terapkan Hukum
Jumat, 5 November 2021 21:03 WIB
Sebelumnya
Atas dasar itu Alkatiri mengklaim, aplikasi EDDCash bukanlah investasi bodong. Sebab, banyak member yang telah merasakan keuntungan dari praktik jual beli koin lewat aplikasi yang diciptakan suami Suryani, Abdulrahman Yusuf.
Dia menambahkan, kerugian justru muncul sejak perkara dugaan penipuan, penggelapan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat kliennya disidik Bareskrim Polri.
Baca juga : Kapasitas Kilang Balikpapan Bakal Naik Jadi 360 Ribu Barel Per Hari
"Karena mereka tidak bisa melakukan transaksi jual beli, sebab servernya disita Bareskrim," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri telah melimpahkan enam tersangka serta barang bukti kasus penipuan dan penggelapan investasi bodong, serta TPPU ke jaksa penuntut umum (JPU).
Baca juga : ICW Dan KontraS Nggak Setuju Jaksa Agung Terapkan Hukuman Mati
Mereka adalah Abdulrahman Yusuf selaku pimpinan utama EDCCash, Suryani sebagai Exchanger (pertukaran) EDCCash dan Jati Bayu Aji sebagai pembuat aplikasi EDCCash.
Para tersangka disangkakan melanggar pasal tindak pidana penipuan, penggelapan dan tindak pidana pencucian uang. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya