Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Harga Vaksin Booster Berbayar Rp 300 Ribu

Netizen: Kemahalan, Idealnya Gratis

Senin, 6 Desember 2021 06:25 WIB
Ilustrasi vaksin booster Moderna. (Foto: Shutterstock).
Ilustrasi vaksin booster Moderna. (Foto: Shutterstock).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemberian vaksin booster atau dosis ketiga vaksin Covid-19 dijadwalkan mulai berjalan pada Januari 2022 mendatang dengan skema berbayar dan gratis. Untuk skema berbayar, harganya dipastikan tidak lebih dari Rp 300 ribu.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, saat ini Pemerintah masih menghitung besaran pasti harga vaksin booster berbayar. Dia menegaskan, harga vaksin booster atau dosis ketiga paling mahal di bawah Rp 300 ribu.

Untuk vaksin booster gratis, Budi mengatakan, akan menyasar kelompok lanjut usia (lansia) dan kelompok rentan terlebih dulu. Untuk masyarakat yang belum mendapatkan booster diharapkan tetap menaati protokol kesehatan (prokes) agar meminimalisir penularan Covid-19.

Baca juga : Senayan: Tenang, Jangan Panik

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan, tidak ada provinsi prioritas dalam pemberian vaksin booster. Vaksinasi Covid-19 dosis ketiga akan berjalan paralel di semua provinsi di Tanah Air mulai Januari 2022.

“Enggak ada provinsi prioritas,” kata Luhut.

Luhut mengungkapkan, ada sekitar 100 juta rakyat Indonesia yang akan mendapatkan vaksin booster secara gratis. “Rakyat kita kelas bawah tidak bayar atau gratis, itu kira-kira 100 juta orang, yang lainnya bayar. Saya pasti bayarlah,” jelasnya.

Baca juga : Penjualan Lazada Naik Tiga Kali Lipat

Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman mendukung pemberian vaksin booster gratis untuk kelompok berisiko hingga masyarakat miskin. Situasi saat ini, kata dia, peymerintah masih memfokuskan pada yang dua dosis.

“Jadi memang tak masalah ada yang mandiri berbayar, tidak masalah,” kata Dicky.

Dia menjelaskan, kelompok berisiko adalah lansia hingga disabilitas. Alasan kelompok berisiko perlu diberikan vaksin booster adalah mereka rentan terhadap varian Omicron.

Baca juga : Perdana, Vaksin Covovax 134.500 Dosis Datang Ke Indonesia

“Untuk yang berisiko, baik itu lansia, petugas, atau pelayan publik. Kemudian, kategori lain yang berisiko seperti disabilitas, itu harus ditanggung pemerintah, jadi gratis itu kan ditanggung pemerintah,” ujar Dicky.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.