Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gerak Cepat, Waskita Karya Salurkan Ribuan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT
- Juventus Menang Tipis di Pekan Pertama Serie A 2026/27
- Ibrahima Konate Ingin Buktikan Diri Di Real Madrid
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Sebelumnya
Melihat Said deklarasi, kubu Yahya, terpancing. Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Yaqut Cholil Qoumas, yang merupakan adik Yahya menegaskan, regenerasi kepemimpinan di tubuh NU mutlak harus dilakukan. “Regenerasi mutlak dilakukan," kata Yaqut, dalam cuitannya di akun Twitter @YaqutCQoumas.
Yaqut lantas mengingat pesan ayahnya, Cholil Bisri, yang mengajarkan untuk tak bertentangan dengan sesama saudara. Cholil Bisri, yang di sapa Yaqut dengan panggilan Abah, menganjurkan untuk mendukung sesama saudara sebisanya.
Baca juga : Muktamar NU Ke-34 Masih Tunggu Keputusan PBNU
Meski demikian, Yaqut tak membeberkan siapa saudara yang harus didukungnya itu. Namun, kakak kandung Yaqut, Yahya, sudah menyatakan maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-34.
"Sebagai saudara kandung muda, Allahyarham Abah mengajarkan untuk tidak menentang dan bertentangan sesama saudara. Apalagi saudara lebih tua. Ikuti dan dukung sebisanya," kata dia.
Baca juga : Mukhtamar Rabithah Fokus Pemberdayaan Ekonomi Umat
Di sisi lain, Yaqut menegaskan tak terlibat dalam kontestasi Muktamar NU. Sebab, statusnya sebagai Menteri Agama atau pembantu Presiden. Tugas Pemerintah adalah memfasilitasi kegiatan dan dinamika organisasi kemasyarakatan. "Kalau sampai di sini nggak paham juga, mungkin kita perlu ngopi lebih banyak dan piknik lebih jauh," tutup Yaqut.
Pengamat politik dari Universitas Padamadina Ikhsan Tualeka memprediksi, pertarungan di pucuk pimpinan tertinggi NU bakal alot. Penyebabnya, ini menjadi pertarungan antara incumbent yang sudah berkuasa lebih dari 10 tahun dengan gerbong yang menginginkan regenerasi di tubuh ormas Islam terbesar di Indonesia.
Baca juga : Muktamar NU Digelar 17 Desember 2021
"Jadi Kiai Said Vs Yaqut akan adu kuat. (Said) menguasai jaringan NU hingga tingkat di bawah, Yaqut yang mendorong regenerasi yang terus menguat," ujar Ikhsan, dalam keterangannya, kemarin.
Menurut Ikhsan, secara kelembagaan calon petahana akan diuntungkan dalam pertarungan ini. Sebab, petahana sudah dikenal pemilih hingga tingkat bawah. Sehingga, pihak-pihak yang menginginkan regenerasi harus menyiapkan strategi jitu agar menarik perhatian pemilih yang berasal dari pengurus NU di daerah-daerah. "Bisa dengan gagasan modernisasi organisasi hingga program-program yang menarik perhatian," kata dia. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya