Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Omicron Renggut 14 Nyawa Di Inggris, Di Sini Ada 5 Orang Kena
WHO Kasih Warning Keras
Kamis, 23 Desember 2021 07:40 WIB
Sebelumnya
Dalam laporan Pembaruan Epidemiologis Mingguan yang terbit Selasa lalu, WHO mengatakan, bukti terbaru menunjukkan, varian Omicron memiliki keunggulan pertumbuhan dibanding varian Delta dan menyebar dengan cepat. Selain itu ada pengurangan imun dari vaksinasi. Akibatnya, risiko Omicron tetap sangat tinggi.
WHO juga menyoroti pasien Omicron yang menjalani rawat inap di Inggris dan Afrika Selatan terus meningkat. WHO mengingatkan, potensi pasien yang membludak akan menyebabkan rumah sakit lumpuh.
Baca juga : Menkes Inggris Jengkel Ke Orang-orang Yang Ogah Divaksin
5 WNI Kena Omicron
Di Tanah Air, penyebaran Omicron belum mengkhawatirkan. Jumlah kasus masih bisa dihitung dengan jari. Per Selasa lalu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan ada tambahan dua kasus Omicron. Dengan demikian, total kasus konfirmasi positif Omicron menjadi lima orang.
Baca juga : WHO Tarik Rem Bahaya
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, dua kasus baru tersebut berasal dari pelaku perjalanan luar negeri dari London, Inggris. Hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) dari kedua pasien tersebut keluar Senin (20/12). Saat ini kelima pasien Omicron itu, sedang menjalani karantina di Wisma Atlet, Jakarta.
Meski jumlah kasus Omicron masih sedikit, pemerintah sudah ambil ancang-ancang. Dalam Surat Edaran Mendagri Tito Karnavian tentang Pencegahan Covid-19, pemerintah pusat meminta gubernur, bupati dan wali kota untuk mengambil langkah pencegahan. Beberapa arahan Tito kepada kepala daerah adalah mengintensifkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro dan mengintensifkan tes serta pelacakan kontak erat.
Baca juga : Omicron, Penularan Di Masyarakat Dan Kombinasi Berbagai Mutasi
Apakah akan ada peningkatan level PPKM untuk menghadapi Omicron? Jubir Menko Marves, Luhut Pandjaitan, Jodi Mahardi mengatakan, saat ini pemerintah belum dan tetap melakukan pemberlakuan kebijakan mengikuti peraturan yang terakhir. “Sejauh ini pemerintah terus memaksimalkan langkah testing dan tracing, serta mendorong terus jumlah suntikan vaksin,” kata Jodi, kemarin.
Pemerintah juga, terus memantau dan menyiapkan langkah mitigasi. Termasuk akan memberlakukan pengetatan jika dibutuhkan. “Pemerintah terus memantau dan menyiapkan langkah mitigasi bila diperlukan termasuk pengetatan apabila terjadi hal-hal yang dianggap dibutuhkan penanganan serius,” pungkasnya. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya