Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Lonjakan Kasus Terjadi Pertengahan Januari 2022
Waspada Harus, Paranoid Jangan
Jumat, 31 Desember 2021 06:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Potensi kenaikan atau lonjakan kasus Covid-19 bisa terjadi pada Januari 2022. Besaran kasusnya, tergantung seberapa tinggi mobilitas masyarakat. Terutama menjelang dan selama libur Natal dan Tahun Baru.
Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B Harmadi meminta masyarakat dan pemangku kepentingan mewaspadai potensi lonjakan kasus Covid-19. Caranya, dengan segera mengurangi mobilitas.
“Kemungkinan terbesar akan mulai terjadi kenaikan kasus dengan puncak kasus berada pada awal atau pertengahan Januari 2022,” ujar Sonny, Rabu (28/12).
Baca juga : Menperin Targetkan Tahun Depan Pertumbuhan Industri 5 Persen
Sonny mengatakan, mobilitas masyarakat di musim libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang tinggi menjadi pemicu utama munculnya lonjakan kasus Covid-19. “Berdasarkan data nasional yang ada, libur panjang selalu memicu lonjakan kasus,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, jumlah kasus aktif diperkirakan berkisar 70 ribu dengan asumsi cakupan vaksinasi sudah lebih dari 70 persen di wilayah Indonesia. Namun, angka ini masih bisa bertambah mengingat capaian vaksinasi belum mencapai 60 persen.
“Skenario lain dengan adanya peningkatan penularan virus dengan cakupan vaksinasi yang rendah, maka jumlah kasus aktif dapat meningkat mencapai 260 ribu hingga 408 ribu kasus,” ungkapnya.
Baca juga : Hasan Basri: Penguatan Ekonomi Harus Bersifat Inklusif
Sonny mengatakan, lonjakan kasus tersebut bisa dicegah dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan (prokes) selama libur panjang akhir tahun. “Kuncinya adalah 3T (testing, tracing, treathment) prokes, serta penggunaan PeduliLindungi yang kuat,” pungkasnya.
Sementara Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin memprediksi Indonesia akan mengalami ujian lonjakan kasus Covid- 19 pada akhir Januari 2022. Dia menjelaskan perbedaan varian Omicron dan Delta.
“Omicron naiknya cepat, kalau Delta kan agak pelan. Jadi, saya bilang kalau Omicron masuk pertengahan Desember ini, mungkin ujiannya di akhir Januari,” ujar Budi, Rabu (28/12).
Baca juga : Okupansi Bandara Ngloram Capai 90 Persen, Ganjar Harap Pariwisata Meningkat
Meski demikian, kata Budi, berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bisa saja tertunda karena imunitas dan vaksinasi di Indonesia sudah baik. Budi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati, tapi tidak paranoid.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya