Dark/Light Mode

Lonjakan Kasus Terjadi Pertengahan Januari 2022

Waspada Harus, Paranoid Jangan

Jumat, 31 Desember 2021 06:25 WIB
Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B Harmadi dalam Dialog produktif selasa utama ``Mulai Tahun Baru Dengan Kebiasaan Baru``. (Foto: rm.id).
Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B Harmadi dalam Dialog produktif selasa utama ``Mulai Tahun Baru Dengan Kebiasaan Baru``. (Foto: rm.id).

 Sebelumnya 
“Buat teman-teman tetap waspada, tetapi tidak usah juga menakut-nakuti. Ada kenyataan-kenyataan lain yang saya bilang, vaksinasi bagus. Tapi pesan saya sebagai Menteri Kesehatan waspada,” katanya.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito optimis penanganan pandemi Covid-19 akan semakin baik pada 2022 meski ada potensi lonjakan pada awal tahun. “Perjuangan kita belumlah berakhir, namun hendaknya kita menyambut tahun baru 2022 dengan doa dan harapan, kasus Covid-19 dapat semakin terkendali,” ujar Wiku.

Baca juga : Menperin Targetkan Tahun Depan Pertumbuhan Industri 5 Persen

Wiku mengungkapkan, kondisi pandemi yang saat ini terkendali merupakan hasil dari kerja sama seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia pun mengapresiasi seluruh lapisan masyarakat yang turut berkontribusi melawan pandemi.

“Apa pun bentuknya, kerja keras masyarakat untuk saling menjaga dan membantu satu sama lain selama masa-masa sulit ini merupakan bagian dari perjuangan yang sangat berarti,” kata Wiku.

Baca juga : Hasan Basri: Penguatan Ekonomi Harus Bersifat Inklusif

Wiku mengatakan, kondisi kasus Covid-19 di Indonesia saat ini masih terkendali sejak puncak kasus kedua yang terjadi pada Juli lalu. Penurunan kasus yang telah terjadi selama 23 minggu berturut-turut tersebut mencapai 99,6 persen.

Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan penambahan kasus positif pada Januari. Bahkan, lebih rendah dibandingkan periode sebelum lonjakan pertama. “Kasus telah berhasil diturunkan hingga hampir 100 persen yaitu 99,6 persen,” kata Wiku.

Baca juga : Okupansi Bandara Ngloram Capai 90 Persen, Ganjar Harap Pariwisata Meningkat

Artinya, jika Indonesia bisa mencapai 100 persen penurunan dari puncak kasus tertinggi, maka tidak ada lagi penambahan kasus positif dan Indonesia dapat terbebas dari Covid- 19. Seiring dengan penurunan kasus positif, persentase kasus aktif, kesembuhan, dan juga kematian pun juga menunjukkan terjadinya perbaikan.

Persentase kasus aktif yang sempat mencapai puncaknya pada lonjakan kedua hingga sebesar 18,84 persen, saat ini hanya berada pada angka 0,11 persen. Sementara persentase kesembuhan yang pernah berada pada angka terendah yaitu 79,28 persen telah berhasil ditingkatkan kembali dan saat ini sebesar 96,51 persen. [ASI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.