Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Warning Direktur Eksekutif IPR
Awasi, Candidacy Dan Vote Buying Muncul Di Pemilu
Senin, 3 Januari 2022 06:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sejumlah kalangan mewanti-wanti munculnya jual beli tiket pencalonan atau candidacy buying dan jual beli suara atau vote buying di Pemilu, Pilkada atau Pilpres 2024. Praktik ini harus ditindak tegas.
Peringatan itu disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin kepada Rakyat Merdeka.
Baca juga : Sakit, Eks Direktur Teknik Garuda Hadinoto Soedigno Meninggal Dunia
Menurut Ujang, praktik candidacy dan vote buying tentunya tidak bisa dihindari di setiap Pemilu, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), maupun Pemilu Presiden (Pilpres). Praktik ini bukanlah hal baru dalam pesta demokrasi lima tahunan itu.
Hanya hal itu sering luput dan bahkan seolah dibiarkan. Karenanya, Ujang meminta, pada event politik terbesar di 2024, semua pihak harus menindak tegas praktik ini.
Baca juga : Awas, Pj Dari TNI Dan Polri Bisa Abuse of Power Lagi
“Ini harus diberantas serius dan ditindak tegas juga, karena sama bahayanya dengan politik uang di pemilihan,” kata Ujang.
Untuk candidacy buying, lanjut pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) ini, memang agak sulit dibuktikan. Pasalnya, praktik ini melibatkan partai politik dalam mengusung calon baik di Pileg, Pilkada maupun Pilpres.
Baca juga : Mantan Direktur Keuangan PT Jasindo Didakwa Rugikan Negara Rp 7,58 Miliar
“Ranah ini sulit disentuh penyelenggara apalagi pengawas Pemilu itu. Biasanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya