Dark/Light Mode

Bursa Calon Kepala Ibu Kota Negara

PDIP Maunya Ahok, Ada Yang Menolak?

Jumat, 28 Januari 2022 08:33 WIB
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (Foto: Instagram/basukibtp).
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (Foto: Instagram/basukibtp).

 Sebelumnya 
Selain itu, kepala otorita juga diharapkan punya kapabilitas dalam membangun smart government di IKN. Yakni sosok yang mampu memadukan tata kelola kepemimpinan dengan aspek-aspek kultural dan geopolitik bangsa. Meski begitu, kriteria tersebut juga harus tetap memadukan unsur budaya Nusantara yang dipegang sejak zaman Presiden Bung Karno.

Salah seorang yang dinilai cukup syarat itu adalah Ahok. Sebab, Komisaris Utama PT Pertamina itu sudah berpengalaman memimpin DKI Jakarta, baik sebagai Wakil Gubernur maupun Gubernur Ibu Kota.

Baca juga : Berikan Keringanan Izin Usaha, PUPR Manjakan Gapensi

“Pak Basuki Tjahaja Purnama beliau juga punya kepemimpinan yang cukup baik, selama menjadi wakil gubernur dan gubernur di Jakarta,” terangnya.

Bagaimana nasib Risma dan eks Bupati Banyuwangi, Azwar Anas? Kata Hasto, Risma dan Azwar saat ini sudah punya tugas khusus. Risma sebagai Mensos, sedangkan Azwar Anas menjabat Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Baca juga : Anies: Kalau Belum Masuk Waktunya, Adzan Jangan Dibunyikan

“Partai sudah meminta Risma dan Azwar Anas untuk fokus dalam tugas yang sudah diberikan dengan sebaik-baiknya,” ungkap Hasto.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, mengakui peluang Ahok memimpin IKN Nusantara sangat besar. Kedekatan dan kepabilitas Ahok memimpin daerah, kata tida, sudah tidak perlu diragukan lagi.

Baca juga : Dunia Ikutan Heboh

“Kalau Pak Jokowi tunjuk Pak Ahok, kenapa ada yang resah? Saya kira, Ahok punya kemampuan memimpin Kepala IKN,” kata Ngabalin kepada Rakyat Merdeka, semalam. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.