Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kemenag Terbitkan 40 Buku Digital PAI untuk Siswa PAUD hingga Mahasiswa
- Investasi 6 Perusahaan TPT Berpotensi Ciptakan Hampir 10.000 Lapangan Kerja
- Bos Toyota: Solusi Atasi Krisis Iklim Bisa Dari Lingkungan Sekitar
- Transjakarta Gandeng APKI-PERDOKI, Perkuat Standar Kesehatan Pramudi
- Umuh Muchtar Optimistis Maung Bandung Makin Kuat
Tegaskan Komit Kembangkan Investasi Berkualitas
Bahlil Wajibkan Investor Gandeng Pengusaha Lokal
Sabtu, 12 Februari 2022 08:20 WIB
Sebelumnya
“Kalau ada masalah, tolong datang ke kami. Kami akan bantu. Prinsipnya, biarkan izin dan insentif kami urus, selama Bapak dan Ibu memenuhi syarat yang ada. Bapak dan Ibu tolong bawa modal, teknologi, dan sebagian pasarnya,” tegas Bahlil.
Kualitasnya Rendah
Baca juga : PLN Siagakan Unit Kerja Di Berbagai Daerah Jadi Sentra Penanggulangan Bencana
Direktur Center of Economic and Law Studie (Celios), Bhima Yudistira menilai, sebagian besar kualitas investasi yang masuk ke Indonesia belum seperti yang diharapkan alias masih rendah.
“Pertama, konten investasi khususnya di pertambangan dan konstruksi masih gunakan barang modal (mesin, peralatan) yang sebagian berasal dari impor,” kata Bhima kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Menkumham: Indonesia Berkomitmen Berikan Perlindungan Kepada Pengungsi Internasional
Kedua, penyerapan tenaga kerja rendah. Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) menyerap lebih sedikit tenaga kerja dibandingkan investasi dari dalam negeri.
“Ini harus dievaluasi. Apalagi investasi dari China,” sambung Bhima.
Baca juga : KSP Dorong Kemendag Persingkat Waktu Tunggu Pengisian Stok Migor
Dan ketiga, kualitas investasi sektor manufaktur. Pemerintah harus hati hati dengan investasi manufaktur berkaitan dengan komoditas.
“Investasi yang berkualitas mendorong porsi produk berteknologi tinggi bukan sekadar pengolahan sektor ekstraktif saja,” tegasnya. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya