Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Sabtu Berkah Bareng Ojol, Kapolda Metro Jaya Ajak Pengemudi Utamakan Keselamatan
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Boy Rafli: Karakter Kekerasan Bisa Masuk Lewat Game Online
Selasa, 15 Februari 2022 16:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar meluncurkan buku "Kecanduan Game Online", di Kota Batu, Provinsi Jawa Timur, Selasa (15/2).
Buku tersebut merupakan buah karya Boy bersama Guru Besar Komunikasi Universitas Padjajaran (Unpad) Prof Deddy Mulyana serta Pengajar dan Peneliti Tetap di Universitas Indonesia (UI) Dr. Devie Rahmawati.
Baca juga : Komnas HAM Temukan Alat Kekerasan Di Kerangkeng Manusia Bupati Langkat
Buku tersebut memaparkan bahaya kecanduan game online. Di antaranya, memberikan dampak ekonomi, kesehatan, hubungan sosial dan lainnya. Termasuk, pengaruh kekerasan dan paham radikal terorisme. Masalahnya, mayoritas anak muda kini menggemari game online.
"Karakter violence (kekerasan) ada yang masuk lewat game. Ada tindakan kekerasan yang dilakukan anak muda referensinya dari permainan game," ujar Boy Rafli.
Baca juga : Jurnalis Perempuan Bisa Manfaatkan TikTok Sebar Konten
Pria Kelahiran Sumatera Barat ini, berharap anak muda ini dilindungi dengan pendidikan karakter yang kuat. Di samping itu, Boy Rafli berharap para desainer game online bisa membuat game yang mengajarkan perdamaian, bukan kekerasan.
"Para desainer ini bisa menjadi mitra BNPT mewujudkan Indonesia Harmoni dalam membuat game yang mengajarkan karakter-karakter kebaikan yang kuat," beber mantan Kadiv Humas Polri ini.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya