Dewan Pers

Dark/Light Mode

Wapres Dan Menag Jadi Korban Hoaks, Wamenag: Fitnah Keji

Minggu, 15 Mei 2022 15:27 WIB
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Saadi. (Foto : Ist)
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Saadi. (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Banyaknya konten provokatif yang mengandung ujaran kebencian di media sosial jadi perhatian Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi.

Wamenag mengajak masyarakat untuk tidak cepat percaya terhadap berbagai konten provokatif yang beredar masif di media sosial. 

"Jangan cepat percaya pada berita, baik berita yang berupa foto, video atau pun konten narasi yang mengandung unsur provokatif, ujaran kebencian, adu domba, dan fitnah," pesan Wamenag dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/5/2022). 

Berita Terkait : Warganya Tewas Di Tangan Militan Pakistan, China Murka

"Kita harus bijak dan cerdas dalam menyaring setiap informasi. Kita harus saring sebelum sharing, agar kita tidak menjadi bagian dari orang yang menyebarkan fitnah dan kebencian," imbuhnya. 

Pesan ini disampaikan Wamenag menanggapi marak beredarnya konten provokatif beberapa hari belakangan.

Di antaranya, beredarnya video gerakan shalat jenazah yang  dialamatkan kepada Wakil Presiden Bapak KH. Ma'ruf Amin dengan gerakan ruku' dan sujud. Juga foto Menteri Agama Yaqut merangkul Ragil Mahardika yang viral di media sosial akhir-akhir ini. 

Berita Terkait : Gandeng Dai Milenial, Polri Masifkan Kampanye Islam Wasathiyah

Dua konten tersebut cukup  viral dan mendapat reaksi negatif dari banyak warga net. Padahal, lanjut Zainut, video dan foto tersebut setelah melalui pengamatan para ahli hasilnya dinyatakan palsu dan merupakan hasil rekayasa editan. 

"Jadi baik video Wapres shalat jenazah dan foto Menag Yaqut merangkul Ragil Mahardika adalah bentuk fitnah yang keji," ungkap Wamenag. 

Ia menduga, kelompok yang sengaja memviralkan berita bohong, hoak dan informasi palsu melalui media sosial baik berupa meme, fitur, rekayasa  foto dan video memiliki tujuan jahat yakni untuk memberikan citra buruk kepada para tokoh agama dan pejabat negara agar masyarakat tidak percaya kepada Pemerintah. 

Berita Terkait : Bosan Dengan Menu Buka Puasa? Yuk, Coba Makanan Khas Meksiko Yang Bikin Nagih

"Bahkan lebih jauh dari itu, untuk membuat keresahan, kepanikan, kebencian, fitnah, adu domba dan  perpecahan diantara sesama anak bangsa," tuturnya.

Karena itu Wamenag menegaskan pentingnya waspada, bijak, dan cerdas dalam menggunakan media sosial. "Selain itu, kami mendorong pihak Kepolisian RI serta Kominfo untuk lebih menajamkan pengawasannya di dunia maya. Segera tindak tegas siapa pun yang sengaja menyebarkan berita palsu yang mengandung unsur provokasi, fitnah, adu domba dan ujaran kebencian," ujar Wamenag. ■