Dewan Pers

Dark/Light Mode

KPK Tetapkan Tersangka Baru Kasus Suap Dana PEN

Rabu, 15 Juni 2022 14:19 WIB
Gedung KPK. (Foto: Ist)
Gedung KPK. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengembangkan pengusutan kasus dugaan korupsi pengajuan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Daerah tahun 2021. Komisi antirasuah, telah menetapkan tersangka baru dalam perkara ini.

"Berdasarkan pada kecukupan minimal dua alat bukti, diduga ada keterlibatan pihak-pihak lain baik selaku pemberi maupun penerima dalam dugaan suap perkara yang dimaksud," ungkap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Rabu (15/6).

Namun, mengenai identitas pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, pasal yang disangkakan, maupun uraian dugaan perbuatan pidana yang dilakukan, jubir berlatarbelakang jaksa itu belum mau mengungkapkannya.

Berita Terkait : Beberapa Alasan yang Bisa Bantu Kamu Move-On ke 4G

"Akan kami sampaikan pada saat upaya paksa penangkapan dan penahanan dilakukan," tuturnya.

Ali berjanji akan menyampaikan perkembangan dari setiap kegiatan penanganan perkara ini kepada masyarakat. "KPK berharap dukungan masyakarat untuk turut serta mengawasi proses penangangan perkara ini," tandas Ali.

Sebelumnya, KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan suap pengajuan dana PEN daerah untuk Kabupaten Kolaka Timur pada 2021.

Berita Terkait : Waketum Golkar Dukung ITDC Kembangkan Kawasan Wisata Tana Mori, NTT

Ketiganya yakni mantan Direktur Jenderal Keuangan Daerah (Dirjen Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Mochamad Ardian Noervianto, Bupati nonaktif Kolaka Timur Andi Merya Nur, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muna Laode M Syukur Akbar.

 

Dalam perkara ini, Ardian dan Laode Syukur Akbar diduga telah menerima suap terkait pengajuan dana PEN untuk Kabupaten Kolaka Timur tahun 2021. Keduanya menerima suap sejumlah Rp 2 miliar dari Bupati Kolaka Timur, Andi Merya Nur.

Ardian diduga mendapat jatah sekitar 131.000 dolar Singapura atau setara dengan Rp 1,5 miliar dari total uang suap Rp 2 miliar. Sedangkan Syukur Akbar kecipratan uang suap Rp 500 juta. Uang suap sebesar Rp 2 miliar itu disetorkan Andi Merya Nur ke rekening Syukur Akbar.

Berita Terkait : Tebar Qurban Bersama Transmart dan 3 Lembaga Kemanusiaan

Sebagai imbalannya, Ardian Noervianto kemudian mengupayakan agar permohonan pinjaman dana PEN yang diajukan Andi Merya Nur disetujui.

Alhasil, dana PEN untuk Kolaka dana Timur disetujui dengan adanya bubuhan paraf Ardian pada draft final surat Menteri Dalam Negeri ke Menteri Keuangan. ■