Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Wiku menjelaskan, Covid amat mudah bermutasi, sehingga saat ini bermunculan varian dan subvarian baru.
Hal ini mengindikasikan bahwa manusia sebagai host atau target virus memberikan peluang lebih besar bagi virus untuk memperluas penularannya.
Baca juga : Puan Ingatkan Tren Kasus Covid Naik, DPR: Gas Dan Rem Perlu Dilakukan
“Walau mutasi virus bersifat alamiah, intensitasnya akan meningkat jika dibarengi laju penularan yang juga meningkat di masyarakat,” jelasnya.
Dalam satu tahun terakhir, lanjut Wiku, telah terjadi pergeseran dominasi varian dari Delta pada 2021 menjadi varian Omicron sejak awal 2022.
Baca juga : Vaksinasi Covid-19 Dosis Ke-4 Dipertimbangkan
“Bahkan, karena tingginya mutasi varian Omicron, WHO telah menetapkan pemantauan khusus Omicron subvarian under monitoring. Di antaranya, BA.4, BA.5, BA.2.12.1 dan BA.2.75,” bebernya.
Terkait hal itu, Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan, dalam kondisi pandemi dibutuhkan kesadaran setiap individu dan kelompok dalam menjalankan protokol kesehatan.
Baca juga : Kena Covid, Joe Biden Langsung Minum Paxlovid
Tanpa adanya kesadaran dan kedisiplinan dalam menerapkan prokes, maka kasus berpotensi mengalami lonjakan. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya