Dewan Pers

Dark/Light Mode

Masalah Kesehatan Mental Usia Produktif Semakin Meningkat

Kamis, 8 September 2022 07:35 WIB
Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) dr Diah Setia Utami. (Foto: YouTube)
Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) dr Diah Setia Utami. (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pandemi Covid-19 tak cuma berdampak pada kesehatan fisik, juga kesehatan mental. Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) dr Diah Setia Utami mengungkapkan, berdasarkan hasil yang dikumpulkan pihaknya, terjadi tren peningkatan pada masalah kesehatan mental di masyarakat ketika pandemi.

Rinciannya, pada 2020 ada 70,7 persen yang memiliki masalah psikologis. Lalu, pada 2021 meningkat menjadi 80,4 persen. Sementara pada 2022 menjadi 82,5 persen.

“Paling banyak usia produktif antara 19-36 tahun,” ujar Diah pada acara dialog daring terkait “Pengaruh Jangka Panjang Covid-19 Terhadap Kesehatan Kognitif dan Mental”, Selasa (6/9).

Berita Terkait : Kementan Percayakan Produksi 44 Ribu Benih Alpukat Ke Milenial

Menurutnya, hal ini terjadi lantaran kegiatan yang biasanya dilakukan secara rutin, menjadi terputus. Orang-orang, lebih sering di rumah. Kontak dengan orang lain, juga jadi terbatas. “Itu salah satu yang bisa mencetuskan masalah-masalah kesehatan mental,” imbuhnya.

Diungkapkan Diah, gangguan kecemasan menjadi salah satu faktor gangguan psikologis kala pandemi Covid-19.

Orang yang mengalami cemas, akan meningkat hormon kortisolnya. Hal itu akan menyebabkan berbagai gejala.

Berita Terkait : Jokowi Ingatkan Ancaman Penyakit Zoonosis, Prof. Tjandra Sampaikan 7 Poin Penting Ini

Di antaranya, banyak keringat, berdebar-debar, merasa tidak nyaman dengan kondisi fisiknya, hingga kesulitan tidur.

Hal ini akan berdampak pada kesehatan fisik. Daya tahan tubuh akan menurun, sulit konsentrasi, dan sebagainya.

Rasa cemas ini timbul lantaran ketidakjelasan berbagai hal dalam pandemi Covid-19. Termasuk, kapan berakhirnya.

Berita Terkait : Pelatih Ajax Tidak Rela

“Kapan mau berhenti Covid-19? Kapan orang itu akan terkena? Mereka akhirnya cemas, sulit tidur, merasa ada yang sakit tidak jelas. Mulai dari kepala, badan terasa lelah, sakit di otot dan sebagainya,” urainya.
 Selanjutnya