Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kondisi Jasad Brigadir J Diungkap Sopir Ambulans

Mulut Masih Pakai Masker, Darah Bercucuran Dari Kepala

Selasa, 8 November 2022 06:40 WIB
Brigadir J. (Foto Istimewa)
Brigadir J. (Foto Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Fakta-fakta baru dalam sidang kasus pembunuhan berencana yang dilakukan Ferdy Sambo kepada Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J) terus terungkap. Yang teranyar, dari keterangan sopir ambulans, saat akan dibawa ke rumah sakit, jasad Yosua masih pakai masker dan darah bercucuran dari kepala.

Kemarin, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) kembali menggelar sidang lanjutan kasus pembunuhan terhadap Yosua. Agenda kali ini mendengarkan keterangan dari lima saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Mereka adalah Bimantara Jayadiputro selaku provider PT Telekomunikasi Selular bagian Officer Security and Tech Compliance Support; Viktor Kamang selaku Legal Counsel pada provider PT XL AXIATA; Ahmad Syahrul Ramadhan selaku sopir ambulans; Ishbah Azka Tilawah selaku petugas Swab di Smart Co Lab; dan Nevi Afrilia selaku petugas Swab di Smart Co Lab.

Majelis hakim menggali keterangan mereka untuk terdakwa Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR, dan Kuat Ma'ruf.

Berita Terkait : Banding Ditolak, Sambo Masih Berusaha Cari Celah

Di sidang ini, Richard lebih dulu tiba dengan mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Setelah melepas rompi tahanan dan borgol, Richard langsung duduk di kursi terdakwa dan ditanya kondisi kesehatannya oleh majelis hakim. "Saudara terdakwa sehat?" tanya ketua majelis hakim, Wahyu Iman Santosa. "Sehat, Yang Mulia," jawab Richard.

Setelah itu, giliran Ricky yang masuk ke ruang persidangan. Sama dengan Richard, majelis hakim juga bertanya soal kondisi kesehatan Ricky.

Terakhir giliran Kuat, yang masuk. Namun, ada momen berbeda ketika sopir keluarga Sambo itu masuk ke ruang sidang. Sedikit sorak-sorai terdengar dari arah pengunjung sidang.

Berita Terkait : Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J, Sambo Dibawa Ke TKP Pakai Kendaraan Taktis

Setelah itu, giliran para saksi yang diminta masuk ruang sidang. Ada lima saksi. Terdiri atas tiga pria dan dua perempuan. Dengan latar belakang profesi yang berbeda-beda. Ada sopir ambulans, petugas Swab, dan juga provider kartu seluler.

Pada saat sopir ambulans Syahrul Ramadhan memberikan keterangan, seisi ruang sidang tercengang. Banyak fakta baru yang terungkap di detik-detik kematian Yosua.

Mulanya, Syahrul berujar menerima telepon dari call center kantornya pada 8 Juli 2022 untuk melakukan evakuasi di sekitar Duren Tiga, Jakarta Selatan. Ia pun bergegas berangkat dari kediamannya di Tegal Parang.

Berita Terkait : Kadernya Jadi Buronan KPK, Demokrat Minta Bupati Mamberamo Tengah Tak Lari Dari Masalah

Sekitar pukul 19.08 WIB, Syahrul mendapat pesan instan dari nomor tak dikenal yang memberi tahu pasti lokasi penjemputan. Ketika sudah di RS Siloam Duren Tiga, ada orang tak dikenal mengetok kaca mobil ambulans yang dikemudikan Syahrul.

Syahrul diminta orang tersebut mengikutinya hingga ke tempat kejadian perkara di Rumah Dinas Sambo di Duren Tiga. Sesampainya di pintu gerbang kompleks Rumah Dinas Sambo, Syahrul dicegat anggota Provos. Syahrul dimintai keterangan terlebih dulu sebelum akhirnya dipersilakan masuk.

Singkat cerita, Syahrul diarahkan untuk mengevakuasi korban yang berada di Rumah Dinas Sambo. Ia terkejut, karena awalnya mengira menjemput orang sakit. Apalagi kondisi jasad Yosua yang berlumuran darah dengan wajah tertutup oleh masker berwarna hitam.
 Selanjutnya