Dewan Pers

Dark/Light Mode

Gala Premiere Film Tegar

Moeldoko Beri Kursi Roda Untuk Komunitas Disabilitas

Sabtu, 19 November 2022 22:20 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyerahkan bantuan 10 kursi roda kepada anggota komunitas disabilitas saat menghadiri gala premiere film Tegar, di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/11). (Foto: Istimewa)
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyerahkan bantuan 10 kursi roda kepada anggota komunitas disabilitas saat menghadiri gala premiere film Tegar, di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/11). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyerahkan bantuan 10 kursi roda kepada anggota komunitas disabilitas. Penyerahan bantuan tersebut diberikan secara simbolis saat menghadiri gala premiere film Tegar, di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/11).

Film Tegar bercerita tentang perjuangan seorang anak penyandang disabilitas dalam mewujudkan mimpi dan kesetaraan. Film ini merupakan karya apik dari sutradara Anggi Frisca, dan Aksa Bumi Langit sebagai rumah produksinya.

Atas terwujudnya film Tegar tersebut, Moeldoko selaku pembina para penyandang disabilitas menyampaikan terima kasih kepada sutradara, produser, dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembuatan film ini.

Berita Terkait : Gaet Kreator Banjarmasin, Film Jendela Seribu Sungai Segera Dirilis

"Saya selaku pembina para difabel mengucapkan terima kasih karena anda telah memberikan akses dan kesempatan kepada anak-anak difabel untuk menikmati suasana sebagai aktor," ujar Moeldoko.

"Ini mungkin di luar dugaan mereka, tapi anda bisa mewujudkannya. Jadi saya sebagai orang tua mereka, berterima kasih," lanjutnya.

Moeldoko juga mengungkapkan, KSP sangat konsen dengan perkembangan difabel di Indonesia. Begitu pula saat datang ke berbagai daerah untuk bertemu dengan anak-anak dan teman-teman difabel, ia merasakan perasaan mereka yang tidak ingin dianggap berbeda, tetapi meraka ingin diberikan kesempatan yang sama.

Berita Terkait : Prof. Tjandra Ingatkan, Perokok Berisiko 2,17 Kali Kena Pneumonia Komunitas

"Di KSP juga ada Kang Maman yang difabel, dengan menggunakan kursi roda bisa bekerja di KSP dengan baik, tidak ada masalah apapun. Untuk itu, mereka tidak minta untuk dikasihani tapi mereka hanya perlu untuk mendapatkan perlakuan yang sama," jelasnya.

Ia pun mengajak kepada masyarakat untuk menonton film Tegar yang sangat menginspirasi dan dapat meningkatkan rasa kebersamaan serta menjunjung tinggi kepedulian dengan sesama manusia.

"Saya berharap kepada masyarakat untuk melihat film Tegar ini sebagai salah satu bentuk upaya untuk memotivasi mereka dan menambah keyakinan mereka atas potensial yang mereka miliki," pungkasnya.

Berita Terkait : Digitalisasi Pendidikan, Telkom Berhasil Cetak Guru Unggul Nasional

Diketahui, film yang dibintangi artis cilik pendatang baru M. Aldifi Tegarajasa itu, mengisahkan seorang anak penyandang disabilitas yang terlahir dari keluarga berkecukupan namun kurang kasih sayang dari kedua orang tuanya.

Hingga umur 10 tahun, Tegar tak pernah bersekolah dan bersosialisasi dengan teman sebayanya lantaran ia dianggap berbeda dari anak-anak lainnya. Ia juga tidak pernah mendapat perhatian dari sang Ibu yang sibuk bekerja.

Selain itu, ayahnya pergi meninggalkannya begitu saja. Meskipun begitu, masih ada kakek Tegar, yang diperankan artis senior Deddy Mizwar yang menyayanginya. Namun, hal ini tidak berlangsung lama karena di saat usia Tegar masih 10 tahun itu, sang kakek meninggal dunia. Di sinilah, petualangan dan perjuangan seorang Tegar dimulai. ■